oleh

Nelayan Ujunggenteng tak Berani Melaut

sukabumiekspres.net || CIRACAP – Cuaca ekstrem yang melanda perairan laut Selatan Sukabumi, telah berdampak buruk terhadap nasib para nelayan. Pasalnya sudah lebih dari satu pekan terakhir, para nelayan menganggur dan memilih memarkirkan perahunya ketimbang memaksakan diri melaut.

Ketua Rukun Nelayan Ujunggenteng, Asep JK mengatakan, sudah lebih satu minggu ini, ribuan nelayan yang biasa beroperasi di perairan Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap, tidak pergi melaut untuk mencari ikan. “Iya, ada sekitar 1.000 lebih nelayan di sini dengan jumlah perahu congkreng 700 unit dan perahu diesel atau perahu kapal motor 60 unit, kini tak bisa melaut. Karena, cuacanya sangat ekstrim,” jelas Asep, kemarin (02/02).

Menurut Asep, ribuan nelayan di perairan laut pantai Ujung Genteng ini, telah memilih menyandarkan perahunya di dermaga ketimbang pergi melaut ditengah cuaca ektrim gelombang tinggi dan angin kencang. Pasalnya, jika mereka memaksakan diri untuk tetap pergi melaut dikhawatirkan diterjang gelombang pasang. Bahkan, pada Senin (01/02), dua nelayan asal Ujung Genteng telah mengalami kecelakaan laut (Laka Laut) di perairan lautan lepas Selatan Sukabumi.

“Alhamdulillah, kalau para nelayannya sudah berhasil diselamatkan. Hanya saja, perahunya jenis piber masih belum bisa kita evakuasi. Lantaran, kondisi gelombangnnya masih tinggi. Iya, sekarang juga perahu itu masih dalam kondisi terbalik di tengah lautan,” paparnya.

Selain gelombang pasang, ujar Asep, pada cuaca ekstrim saat ini di perairan lautan lepas Selatan Sukabumi, kerap terjadi badai yang datang secara tiba-tiba. Kondisi ini yang menyurutkan semangat para nelayan untuk mencari ikan. Karena, khawatir jika pergi melaut dapat berpotensi kejadian laka laut.

“Kondisi perairan di pantai Ujung Genteng saat ini kurang bersahabat untuk melaut. Situasi seperti ini tentu membahayakan keselamatan nelayan. Bahkan, ketinggian ombak diperkirakan mencapai tiga meter hingga empat meter lebih. Kalau dipaksakan melaut juga sulit dan hasilya jelek,” bebernya.

Ia menambahkan, nelayan diperairan laut Selatan Sukabumi, khususnya di pantai Ujung Genteng sudah mendapatkan imbauan dari BMKG dari jauh-jauh hari. Yakni, meminta para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaanya ditengah cuaca ekstrem. “Selaian itu, kami juga meminta agar menunda aktivitas melaut karena cuaca di laut sedang tidak bersahabat,” paparnya.

Untuk itu, semenjak cuaca ekstrem mayoritas para nelayan di perairan Ujung Genteng beralih profesinya mencari penghasilan lain untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Tetapi, tak sedikit juga para nelayan ini menganggur dan tak mendaptkan penghasilan. “Apabila memaksakan melaut, dikhawatirkan terjadi hal yang tak diinginkan. Mau bagaimana lagi, demi keselamatan, mau tak mau mereka lebih memilih menganggur,” pungkasnya. (IST)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *