oleh

PSBB Proporsional Kota Sukabumi Diperpanjang Sampai 22 Februari 2021

SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, mengikuti rapat koordinasi komite kebijakan penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi daerah Provinsi Jawa Barat secara virtual bersama unsur forkopimda di Balai Kota Sukabumi, kemarin (8/2).

Dalam momen ini dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan PSBB Proporsional, pelaksanaan vaksinasi, dan pemulihan ekonomi.

Rakor yang dipimpin Gubernur Jabar Ridwan Kamil, hadir pula Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni dan Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Inf Danang Prasetyo Wibowo.


“Sehubungan dengan telah keluarnya Surat Keputusan Gubernur Jabar Nomor 443/Kep.48/Hukham/2021 yang menyatakan kembali melakukan perpanjangan PSBB proporsional mulai 9 Februari 2021 hingga 22 Februari 2021,” ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi.

Hal ini menunjukkan semua elemen harus menyukseskan dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19. Di antaranya beberapa kebijakan sebelumnya seperti pembatasan jam operasional, pembatasan kerumunan masyarakat yang tetap harus dilakukan.

Fahmi mengatakan, Satgas bersamma Forkopimda mengimbau agar seluruh warga tetap disiplin dan melaksnaakan sesuai keputusan Gubernur. Intinya, masyarakat harus bersama-sama disiplin menerapkan 5M yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Sehingga betul-betul pandemi bisa cepat dihilangkan dari Kota Sukabumi dan ikuti ketentuan protokol kesehatan,” imbuh Fahmi.

Sementara itu, Fahmi meninjau pemeriksaan rapid test antigen covid-19 di Terminal Tipe A Kota Sukabumi, kemarin (8/2). Langkah tersebut untuk memastikan status kesehatan warga yang akan keluar dan masuk Kota Sukabumi.

Pemeriksaan rapid test antigen ini juga dipantau Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni. “Kegiatan ini kerjasama antara Kementerian Perhuhungan, pemkot dan Polres Sukabumi Kota,” ujar Fahmi.

Intinya rapid test antigen ini untuk memastikan bahwa warga yang menggunakan jasa transportasi darat, mereka benar-benar sudah dari awal identifikasi dan dilacak status kesehatannya. Hasilnya, dari 40 orang yang dilakukan pemeriksaan sementara ini semua negatif dan target rapid sebanyak 250 orang. (rls/ndi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *