Tren #KaburAjaDulu Makin Buat Indonesia Emas 2045 Mustahil Terwujud, Ternyata Ini Penyebabnya

Tren KaburAjaDulu
Tren #KaburAjaDulu di Media Sosial
0 Komentar

Brain drain adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan fenomena di mana sumber daya manusia (SDM) berkualitas lebih memilih bekerja di luar negeri dan kehilangan minat untuk berkontribusi bagi negaranya sendiri. Bayangkan jika semua talenta unggul Indonesia pergi ke luar negeri, bagaimana masa depan negara ini?

Indonesia memiliki visi “Indonesia Emas 2045,” tetapi ironisnya, banyak usia produktif justru lebih tertarik untuk bekerja di luar negeri. Bahkan, menurut riset dari Jangkaran Data Lab, sebanyak 74% generasi Z tertarik untuk bekerja di luar negeri.

Dampak Meningkatnya Migrasi WNI ke Luar Negeri

1. Kekurangan tenaga ahli dan profesional

Indonesia berpotensi mengalami krisis tenaga ahli dan profesional yang seharusnya berkontribusi dalam pembangunan nasional. Jika SDM berkualitas terus berkurang, negara akan kesulitan dalam menghadapi tantangan di berbagai sektor.

Baca Juga:3 Pola Pikir Keliru untuk Menutupi Kesalahan, Malah Akan Menghambat KemajuanIntip Spesifikasi Lenovo Legion Go S Sebagai PC Gaming Genggam Terhype Buat Para Gamers

2. Penurunan inovasi

Dengan banyaknya sumber daya manusia berkualitas yang memilih pergi, perkembangan dan pertumbuhan inovasi—terutama di bidang teknologi—bisa terhambat. Lantas, apa yang membuat anak muda saat ini lebih memilih untuk “kabur aja dulu”?

Faktor utama adalah terbatasnya lapangan kerja di Indonesia. Jumlah pekerjaan yang tersedia masih jauh dari cukup, ditambah dengan gaji yang tidak kompetitif, membuat banyak orang akhirnya mencari peluang yang lebih baik di luar negeri.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), alasan utama migrasi internasional dari Indonesia ke luar negeri adalah faktor pekerjaan. Pada tahun 2022, jumlah lapangan kerja yang tersedia di Indonesia hanya sekitar 300.000 hingga 400.000, sementara jumlah lulusan diploma dan sarjana mencapai lebih dari 1 juta orang.

Jika dibandingkan, hasilnya jelas menunjukkan bahwa sebagian besar lulusan akan menjadi pengangguran. Indeks pengangguran ini pun berpotensi terus meningkat jika pemerintah tidak bekerja sama dalam menciptakan lebih banyak peluang kerja yang lebih luas.

Namun, masalah ini tidak hanya dialami oleh lulusan baru. Tahun lalu, jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia mencapai lebih dari 80.000 orang, dengan faktor utama bangkrutnya banyak pabrik yang terpaksa gulung tikar.

Penyebab Banyak Anak Muda Pindah ke Luar Negeri

0 Komentar