Sebagai gambaran, ada bisnis yang memperoleh hingga 50% dari total penjualannya hanya dalam periode Ramadan. Bayangkan jika mereka kehilangan angka tersebut—dampaknya akan sangat besar. Namun, di tahun ini, ada beberapa perubahan yang perlu diperhatikan. Secara global, tahun 2023 bukanlah tahun yang mudah. Dampaknya juga terasa di Indonesia, di mana sentimen dan psikologi masyarakat cenderung lebih berhati-hati dalam berbelanja.
Beberapa faktor seperti kesulitan bisnis rintisan (startup) dalam mendapatkan pendanaan serta kenaikan harga barang membuat sejumlah bisnis mengalami kendala. Meskipun demikian, perubahan pola perilaku konsumen yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir tetap bertahan.
Hal ini didukung oleh kebijakan perusahaan yang tetap memberikan Tunjangan Hari Raya (THR), yang pada akhirnya menjadi “uang kaget” bagi masyarakat untuk dibelanjakan selama keempat fase Ramadan.
Baca Juga:Mengulas Realme C75x Smartphone Rp2 Jutaan Nan Canggih Pilihan Anak MudaTidak Perlu Buat Konten, Ini Cara Hasilkan Rp10 Juta Per Bulan dari Video Re-Upload di Reels Facebook
Bagi siapa pun—baik pekerja lepas, karyawan, maupun pemilik bisnis—momen Ramadan adalah peluang besar untuk dimanfaatkan. Jika belum memiliki bisnis, ini bisa menjadi kesempatan untuk mencoba usaha kecil-kecilan, seperti menjual parcel atau hampers. Ramadan adalah waktu yang penuh dengan tradisi berbagi, sehingga membantu orang lain menemukan hadiah yang tepat juga bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.
Bisnis yang sudah matang dalam strategi pemasaran umumnya telah mempersiapkan ini sejak jauh-jauh hari. Jika Anda membaca ini sekarang, berarti sudah saatnya untuk mulai memikirkan strategi yang tepat agar bisa memanfaatkan momentum Ramadan secara maksimal.
Para pelaku bisnis akan bersaing untuk mendapatkan perhatian Anda selama bulan Ramadan di hampir semua industri. Pada akhirnya, ketika seseorang membeli hadiah—baik dalam kategori fashion, kecantikan, atau lainnya—mereka hanya akan memilih satu, dua, atau maksimal tiga produk. Tidak mungkin mereka membeli dari semua industri sekaligus.
Untuk memanfaatkan pola perilaku ini, terjadi peningkatan sebesar 41% dalam penggunaan media sosial dan kenaikan 79% dalam pencarian online untuk berbelanja. Tren belanja melalui siaran langsung (live streaming shopping) juga meningkat, dengan lebih banyak orang yang menonton dan berpartisipasi dalam pembelian secara langsung.