SUKABUMI,SUKABUMI.JABAREKSPRES.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Sukabumi menggelar Forum Perangkat Daerah (FPD), kemarin (26/2). Kegiatannya dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun anggaran 2026.
Acara dibuka Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana dan dihadiri berbagai unsur pemerintahan serta masyarakat.
Dalam forum tersebut, berbagai isu strategis terkait pembangunan infrastruktur menjadi fokus pembahasan. Salah satu permasalahan yang mendapat perhatian serius adalah kondisi jalan rusak di Kota Sukabumi yang hingga kini belum tertangani secara optimal.
Baca Juga:Warga Serbu Pasar Pangan Murah, Jaga Stabilitas Harga dan PasokanPelaku UMKM di kota Sukabumi Sambut Baik Kehadiran BPI Danantara
Seorang peserta forum menyampaikan aspirasi warga terkait keluhan terhadap kualitas jalan yang sering kali cepat rusak setelah diperbaiki. “Bagaimana sebenarnya penanganan jalan rusak yang ada? Kami harap spesifikasi bahan yang digunakan diperhatikan dengan lebih baik, jangan sampai baru selesai diperbaiki tapi sudah rusak lagi,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Bobby Maulana menekankan, pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas pemerintah, meskipun dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran. “Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting untuk memastikan pembangunan berjalan dengan baik. Efisiensi anggaran memang menjadi tantangan, tetapi tidak boleh menghambat program yang telah direncanakan. Oleh karena itu, kami terus mencari solusi melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar proyek infrastruktur dapat tetap berjalan,” jelas Bobby.
Kepala Dinas PUTR Kota Sukabumi, Sony Hermanto, menambahkan pihaknya berupaya meningkatkan pengawasan terhadap kualitas proyek infrastruktur agar lebih tahan lama. Forum ini diharapkan dapat menghasilkan solusi konkret dalam perencanaan pembangunan Kota Sukabumi, terutama dalam menangani permasalahan jalan rusak yang menjadi keluhan utama masyarakat. Dinas PUTR telah melakukan berbagai upaya pembangunan infrastruktur, seperti pembuatan kolam retensi untuk mengurangi risiko banjir di wilayah Terminal Jalur, penyediaan air bersih untuk 450 sambungan rumah, serta pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) skala individu dan komunal.
“Dinas PUTR juga berperan dalam pengentasan kawasan kumuh dengan membangun ruang terbuka publik, melakukan pemeliharaan sarana umum seperti Lapangan Merdeka, Alun-Alun, Plaza Gedung Juang, serta taman-taman kota. Upaya lainnya mencakup pemeliharaan saluran irigasi dan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Sukabumi,” kata Sonny.