Meriah dan Penuh Makna! Inilah Tradisi Unik Masyarakat Indonesia Sambut Ramadan

Tradisi Unik Masyarakat Indonesia Sambut Ramadan
Tradisi Unik Masyarakat Indonesia Sambut Ramadan ( Sumber gambar: ilustrasi/Pixabay/AhmadArdity)
0 Komentar

SUKABUMI EKSPRES – Menjelang bulan Ramadan, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia memiliki tradisi khas untuk menyambut bulan suci ini.

Nggak cuma sekadar ritual, tradisi-tradisi ini juga punya makna mendalam, seperti membersihkan diri, mempererat silaturahmi, dan memperkuat rasa kebersamaan.

Yuk, kita bahas beberapa tradisi unik yang dilakukan masyarakat Indonesia sebelum memasuki bulan penuh berkah ini!

Baca Juga:10 Tradisi Ramadan yang Menarik di Berbagai Negara, Mana yang Paling Unik?Ketahui 4 Fase Bulan Ramadan Ini Agar Tepat Memilih Bisnis Cuan Tinggi

1.Tarhib Ramadan

Secara umum, Tarhib Ramadan adalah tradisi menyambut datangnya bulan suci dengan berbagai kegiatan seperti doa bersama, pawai, hingga kajian keislaman.

Tradisi ini nggak hanya jadi ajang persiapan spiritual, tapi juga menjadi pengingat bahwa Ramadan akan segera tiba.

Banyak masjid dan komunitas Muslim mengadakan acara ini agar masyarakat bisa lebih siap secara mental dan spiritual.

2. Megengan (Jawa)

Di beberapa daerah di Jawa, masyarakat mengenal tradisi Megengan. Kata “megengan” berasal dari bahasa Jawa yang berarti “menahan”, melambangkan kesiapan menahan hawa nafsu selama bulan puasa.

Biasanya, tradisi ini diisi dengan ziarah kubur dan makan bersama dengan hidangan khas seperti apem, sebagai simbol permohonan maaf dan keberkahan sebelum menjalani ibadah puasa.

3. Munggahan (Sunda)

Bagi masyarakat Sunda, ada tradisi Munggahan yang dilakukan menjelang Ramadan. Tradisi ini berupa kumpul keluarga, saling bermaafan, dan menikmati hidangan khas sebelum menjalani puasa.

Nggak jarang juga Munggahan dijadikan ajang reuni kecil-kecilan, mempererat hubungan antar anggota keluarga sebelum memasuki bulan suci.

Baca Juga:

4. Malamang (Minangkabau)

Di Sumatera Barat, ada tradisi Malamang yang identik dengan pembuatan lemang, makanan berbahan dasar ketan yang dimasak dalam bambu.

Lemang yang dibuat ini biasanya dibagikan ke tetangga atau sanak saudara sebagai bentuk kebersamaan dan persiapan menghadapi bulan Ramadan. Selain itu, Malamang juga sering diiringi dengan doa bersama agar Ramadan berjalan lancar dan penuh berkah.

5. Nyorog (Betawi)

Tradisi khas masyarakat Betawi ini dilakukan dengan cara mengirimkan bingkisan makanan kepada orang tua, mertua, atau tokoh masyarakat.

Tujuannya bukan sekadar berbagi makanan, tapi juga bentuk penghormatan dan ajang mempererat hubungan keluarga sebelum Ramadan tiba. Biasanya, makanan yang diberikan berupa lauk pauk khas Betawi, seperti semur daging atau ikan bandeng.

0 Komentar