6. Cucurak (Jawa Barat)
Selain Munggahan, masyarakat Sunda juga mengenal tradisi Cucurak. Tradisi ini berupa acara makan bersama keluarga besar atau teman-teman dengan konsep lesehan di atas daun pisang.
Dengan suasana santai dan penuh kebersamaan, Cucurak jadi salah satu momen yang ditunggu-tunggu sebelum Ramadan.
7. Padusan (Yogyakarta & Jawa Tengah)
Di Yogyakarta dan beberapa daerah di Jawa Tengah, ada tradisi Padusan yang berarti “mandi” atau “membersihkan diri”.
Baca Juga:10 Tradisi Ramadan yang Menarik di Berbagai Negara, Mana yang Paling Unik?Ketahui 4 Fase Bulan Ramadan Ini Agar Tepat Memilih Bisnis Cuan Tinggi
Masyarakat biasanya melakukan ritual mandi di sumber mata air atau sungai, sebagai simbol penyucian diri sebelum menjalani ibadah puasa. Padusan dipercaya bisa memberikan kesegaran fisik dan spiritual sebelum memasuki Ramadan.
8. Marpangir (Sumatra Utara)
Hampir mirip dengan Padusan, masyarakat Sumatra Utara memiliki tradisi Marpangir, yaitu mandi dengan air yang dicampur rempah-rempah dan dedaunan wangi.
Ritual ini bertujuan untuk membersihkan diri secara lahir dan batin agar lebih siap menjalani ibadah puasa dengan hati yang bersih.
9. Meugang (Aceh)
Masyarakat Aceh menyambut Ramadan dengan tradisi Meugang, yaitu menyembelih hewan seperti kambing, kerbau, atau sapi untuk kemudian dimasak dan disantap bersama keluarga.
Tradisi ini sudah ada sejak abad ke-15 dan masih bertahan hingga sekarang. Meugang juga menjadi simbol kebersamaan dan berbagi rezeki dengan sesama.
Tradisi-tradisi menyambut Ramadan di berbagai daerah di Indonesia menunjukkan betapa kayanya budaya dan kearifan lokal masyarakat dalam menyambut bulan suci.
Nggak hanya sebagai bentuk ritual, tapi juga sebagai ajang mempererat tali silaturahmi dan memperkuat nilai kebersamaan. Dari Tarhib Ramadan, Megengan, hingga Meugang, semuanya memiliki pesan moral yang dalam untuk mempersiapkan diri secara fisik dan spiritual sebelum memasuki bulan penuh berkah. Jadi, tradisi mana yang paling menarik buat kamu