Ketua RT jadi Korban Jembatan Ambruk, Terjatuh ke Dasar Sungai saat Melintas

Istimewa
ISTIMEWA ROBOH: Bangunan jembatan gantung sepanjang 15 meter yang terbuat dari bambu di Kampung Ciawitali II Desa Nagrakjaya Kecamatan Curugkembar Kabupaten Sukabumi roboh, kemarin (28/8).
0 Komentar

CURUGKEMBAR,SUKABUMI.JABAREKSPRES.COM – Jembatan gantung sepanjang 15 meter di Kampung Ciawitali II Desa Nagrakjaya Kecamatan Curugkembar Kabupaten Sukabumi ambruk, kemarin (28/8). Akibat kejadian itu, salah seorang warga dikabarkan terluka.

Berdasarkan informasi, ambruknya jembatan gantung berbahan bambu itu terjadi pada pagi. Saat kejadian, seorang warga atas nama Dahlan (50) yang juga ketua RT setempat tengah melintas.

Tanpa ada aba-aba, saat dilintasi Dahlan, jembatan tiba-tiba roboh. Dahlan pun terjatuh dari ketinggian sekitar 10 meter.

Baca Juga:Pemkot Sukabumi Tingkatan Peran Parpol dan Lembaga PendidikanProgram Wakaf di Kota Sukabumi Kuatkan Ekonomi Umat

Dia mengalami luka cukup parah. Akibatnya, Dahlan harus dievakuasi ke rumah sakit setelah sebelumnya ditolong warga.

“Waktu itu Pak RT sudah panen bonteng (mentimun). Rencananya mau di bawa ke tengkulak. Ketika dia melewati jembatan itu sambil membawa hasil panennya dengan berjalan kaki, tiba-tiba jembatan itu roboh. Pak RT jatuh ke bawah aliran Sungai Ciawitali,” kata Jenab, warga setempat, kepada Sukabumi Ekspres, kemarin.

Jembatan yang terbuat dari bambu itu sebelumnya memang sudah mengalami kerusakan. Kondisinya sudah lapuk dan rapuh karena tak pernah tersentuh bantuan dari pemerintah daerah.

“Setiap tahun jembatan ini bisa diperbaiki dari hasil swadaya masyarakat. Dengan adanya peristiwa ini, keinginan warga jembatan ini mendapat perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah,” jelasnya.

Jembatan gantung itu merupakan akses penghubung antara Desa Cimenteng dan Desa Nagrakjaya. “Bisa dibilang jembatan penghubung dan juga akses jalan bagi masyarakat di kedua desa,” katanya.

Akibat robohnya jembatan, sejumlah pelajar terpaksa harus izin kepada pihak sekolah. “Anak saya yang kecil gak bisa berangkat ke sekolah karena jembatan ambruk. Kalau anak yang besar tetap bersekolah, itu pun harus keliling jauh dan turun menyebrangi sungai,” pungkasnya. (mg3)

0 Komentar