BRI Beberkan Tiga Kunci UMKM Indonesia Menembus Pasar Global

Indonesia economic forum
Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y. S. dalam Indonesia Economic Forum 2026 bertema “The Future of Indonesia’s Exports: Transforming Towards Value-Added, Competitive and Sustainable Growth”, sebuah forum yang membahas strategi memperkuat daya saing ekspor Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun, Direktur Utama DSI Luke Thomas Mahony dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Fajarini Puntodewi.
0 Komentar

“Ekspor itu bukan hanya menjual barang. Buyer di luar negeri juga menuntut adanya transparansi keuangan. Kemampuan dari produsen menjelaskan bagaimana cara memproduksi, bagaimana keuangannya, sumbernya dari mana, itu juga penting untuk dilihat dari sisi buyer,” jelas Dippo.

Karena itu, BRI mengembangkan ekosistem pemberdayaan UMKM yang berjalan berdampingan dengan pembiayaan. Hingga Juni 2026, Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.700 desa binaan, sementara Klasterku Hidupku telah menjangkau lebih dari 44 ribu klaster usaha. Di sisi digital, LinkUMKM telah menjangkau sekitar 17,3 juta pelaku UMKM, sedangkan pendampingan melalui Rumah BUMN telah melibatkan sekitar 596 ribu pelaku UMKM.

“Yang paling berat adalah bagaimana secara pelan-pelan kita meningkatkan skala mereka, literasi mereka sampai mereka bisa diakses secara internasional. Ini tidak boleh dibalik. Kalau hari ini kita kasih akses tapi literasinya belum dapat, maka akses itu akan sia-sia juga,” ungkap Dippo.

Baca Juga:Bawa Sport Tourism Indonesia Mendunia, BRI Dukung Penuh Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026Tak Sekadar Layani Transaksi Perbankan, BRILink Agen di Semarang Aktif Edukasi Masyarakat Cegah Penipuan

Setelah kapasitas dan kesiapan usaha diperkuat, tantangan berikutnya adalah mempertemukan UMKM dengan pasar. Dalam hal ini, BRI memanfaatkan ekosistem nasabah dari berbagai segmen melalui pendekatan One BRI Solution, yang memungkinkan pelaku UMKM terhubung dengan nasabah korporasi maupun komersial dan membuka peluang integrasi ke dalam rantai nilai yang lebih besar.

Pendekatan tersebut juga diwujudkan melalui BRI UMKM EXPO(RT). Pada penyelenggaraan 2025, ajang tersebut menghadirkan lebih dari 1.000 UMKM dan berhasil merealisasikan commitment deal melalui business matching sebesar USD90,6 juta atau sekitar Rp1,5 triliun. Kegiatan tersebut juga mempertemukan UMKM dengan 506 pembeli terdaftar dari 34 negara.

Dippo mencontohkan potensi tersebut melalui pengembangan UMKM di sektor perikanan dan industri kayu di Jawa Timur. Menurutnya, BRI tidak bekerja sendiri dalam membuka akses pasar internasional, melainkan memanfaatkan ekosistem nasabah korporasi dan komersial yang telah memiliki hubungan bisnis dengan buyer di berbagai negara.

“Ketika mereka berhasil menjual produknya, mereka tidak sendiri. BRI tidak memberikan akses itu sendiri. Kita menggunakan nasabah-nasabah korporasi dan komersial kita yang kebetulan juga memiliki buyer di negara-negara tersebut. Jadi kolaborasi ini contohnya,” kata Dippo.

Laman:

1 2
0 Komentar