“Kalau anak mencoba membuka aplikasi lain saat ujian, PIJAR akan otomatis mengisolasi perangkat siswa. Kami juga bisa melihat siswa mana saja yang terindikasi membuka aplikasi lain, dan sekolah memiliki kontrol untuk membuka isolasinya. Namun, sekolah sudah menetapkan aturan bahwa kesempatan membuka isolasi maksimal satu kali,” jelas Mumtahina.
Selain fitur pengawasan, pengalaman penggunaan PIJAR dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari turut menjadi pertimbangan sekolah dalam memilih platform untuk pelaksanaan asesmen. Familiaritas terhadap sistem membantu sekolah menjalankan ujian menggunakan platform yang telah digunakan sebelumnya. “Di sekolah sehari-hari kita juga sudah menggunakan aplikasi PIJAR. Alhamdulillah, selama digunakan juga lancar, jadi kita tidak ada keraguan lagi saat try out dijalankan menggunakan PIJAR,” pungkas Mumtahina.
Pelaksanaan Try Out TKA 2026 di Provinsi Banten menunjukkan pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung asesmen pendidikan berskala besar. Selain memfasilitasi pengerjaan soal secara digital, dukungan sistem dan fitur pengawasan PIJAR membantu sekolah memantau pelaksanaan ujian sebagai bagian dari evaluasi kesiapan peserta didik menghadapi TKA.
Baca Juga:BRI Salurkan Tunjangan Profesi Guru Non-ASN Seniliai Rp921,6 Miliar kepada Lebih dari 507 Ribu PenerimaUMKM Binaan Telkom Jaring Peluang Bisnis di 18 Negara melalui TEI 2026
Melalui PIJAR, Telkom terus menghadirkan solusi digital yang mendukung kebutuhan institusi pendidikan dalam menjalankan proses pembelajaran dan asesmen. Pemanfaatan teknologi ini menjadi bagian dari upaya Telkom untuk mendukung pengembangan ekosistem pendidikan digital sekaligus mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.
