Bupati Intruksikan Investigasi Terkait Penemuan Botol Miras di Lingkungan Setda

PALABUHANRATU, SUKABUMI EKSPRES -Bupati Intruksikan Investigasi, Bupati Sukabumi Marwan Hamami angkat suara terkait penemuan botol minuman keras (Miras) di ruang kearsipan Kesbangpol di perkantoran sekretariat daerah (Setda), Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (17/01/2023) lalu.

BACA JUGA: Polres Sukabumi Sita Ratusan Miras di Malam Pergantian Tahun Baru

Marwan mengaku, telah memerintahkan bawahannya yang berwenang mengurus persoalan tersebut untuk melakukan investigasi atau penyelidikan,meski ia meragukan kebenaran penemuan minuman beralkohol merek Intisari yang sempat viral di aplikasi perpesanan.

“Soal miras kita sudah memerintahkan, tapi apa iya sih seorang PNS atau honorer wani mawa (berani bawa red) miras ke lingkungan pekerjaannya. Itu bunuh diri namanya, logikanya seperti itu,” ucap Marwan kepada wartawan, Selasa (24/01).

Di tempat berbeda, Kasatpol PP Kabupaten Sukabumi, Dodi Rukman Medianto berjanji bakal menyelidiki asal usul botol miras tersebut, mulai dari pengguna hingga pembawanya.

“Kami akan langsung bertindak, karena memang urusan miras di Kabupaten Sukabumi menjadi urusan kami. Meskipun untuk di lingkungan perkantoran Setda itu ada pengamanan tersendiri, yaitu satpam yang jaga di sana,” tukasnya.

BACA JUGA: Awasi Peredaran Miras Jelang Pergantian Tahun

Oleh sebab itu, lanjut dia, keamanan lingkungan perkantoran Setda menjadi tanggung jawab sekuriti di bawah naungan Kabag Umum. Otomatis aktivitas keluar masuk pegawai dan barang berada dalam pengawasan mereka.

Atas dasar tersebut, Satpol PP tidak terkait langsung jika terjadi persoalan di lingkungan perkantoran Setda. Akan tetapi secara kedinasan, instansinya memiliki kewenangan menyelidiki masalah tersebut. Terlebih Kabupaten Sukabumi memiliki peraturan daerah (Perda) zero alkohol.

BACA JUGA: Stoomwalls Gilas Ribuan Botol Miras di Mako Polres Sukabumi

Kami tetap akan melaksanakan penyelidikan masalah ini karena sudah ramai, dan kami tidak mau kalau memang itu pegawai atau ASN. Itu orang tolol bener-bener menghina Setda. Karena di situ kantor pejabat masa bawa-bawa minuman beralkohol ke sana,” tegasnya. (IST/SZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *