9. Influencer
Jika dibandingkan dengan YouTube, menjadi influencer dapat dikatakan relatif lebih mudah—menurut pendapat saya. Saat ini memang banyak orang yang bercita-cita menjadi influencer. Bagi mereka yang telah menjadi influencer besar, misalnya mega influencer dengan lebih dari satu juta pengikut, atau micro influencer dengan 100.000 pengikut ke atas, penghasilannya bisa sangat besar, terutama jika mereka memahami cara menjalankan bisnisnya.
Namun, untuk sukses sebagai influencer, saya memberikan tingkat kesulitan “A” karena membutuhkan proses yang panjang dan konsistensi tinggi. Tidak cukup hanya viral sekali atau dua kali; seseorang harus terlebih dahulu menguasai keterampilan yang diperlukan, membangun personal branding, serta membangun audiens, yang semuanya membutuhkan waktu yang tidak singkat.
Setelah mendapatkan endorsement, kita juga harus menjalin hubungan dengan brand, biasanya dalam bentuk kontrak yang tidak semua orang terbiasa menghadapinya—hal ini juga harus dipelajari.
Baca Juga:Sejarah Dwifungsi ABRI Sebagai Cikal Bakal RUU TNI yang Hancurkan Demokrasi3 Teori Alam Semesta dan Kehidupan di Luar Planet Bumi
Di sini, saya memisahkan YouTuber dan influencer meskipun YouTuber juga bisa menjadi influencer. Namun, di YouTube kita juga bisa membangun channel tanpa memperlihatkan wajah atau melakukan personal branding. Jadi, yang saya maksud dengan influencer adalah mereka yang secara spesifik membangun personal branding, yang bisa dilakukan melalui media sosial apapun.
10. Kelas Online / Coaching
Cara lain untuk menghasilkan uang secara online adalah dengan membuka kelas online atau layanan coaching secara profesional. Yang dimaksud di sini bukanlah kelas asal-asalan atau produk digital sederhana, tetapi kelas yang benar-benar bernilai dan memberikan manfaat nyata, sesuai dengan janji yang ditawarkan. Harga kelas ini tentunya lebih mahal dibanding produk digital sederhana.
Agar bisa bertahan dalam jangka panjang, modul pembelajaran yang disediakan harus dibuat dengan baik. Hal ini memerlukan keterampilan dan pengalaman karena untuk benar-benar sukses, kita harus terlebih dahulu membangun audiens, baik melalui media sosial, mesin pencari, maupun blog. Selanjutnya, audiens tersebut diarahkan ke marketing funnel, misalnya dari media sosial ke situs web untuk mendaftar newsletter atau grup diskusi.
Kelas online sering dikaitkan dengan webinar, meskipun tidak selalu harus demikian. Setelahnya, kita dapat menawarkan kelas, dan pelanggan yang sudah membeli kelas sering diarahkan untuk mengikuti layanan coaching one-on-one atau bootcamp, sehingga potensi penghasilan bisa jauh lebih besar.