Siswa MI Al Ihsan Diduga Keracunan MBG, 1 Orang Dibawa ke Puskesmas, 4 Orang Alami Keluhan Serupa

Istimewa
SOFWAN ZULFIKAR/SUKABUMI EKSPRES PENJELASAN: Ketua Satgas MBG Kota Sukabumi Andri Setiawan (kanan) didampingi Kepala Puskesmas Selabatu dr. Riska Rachmawati (kiri) menjelaskan soal dugaan keracunan menu MBG yang dialami siswa MI Al Ihsan.
0 Komentar

CIKOLE – Lima orang siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ihsan Kota Sukabumi mengalami gangguan pencernaan diduga usai mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG), kemarin (17/11). Satu siswa bahkan harus mendapat penanganan medis di Puskesmas Selabatu.

Belum diketahui penyebab pasti karena masih menunggu hasil uji laboratorium. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui ketika salah seorang siswa kelas 5 mengalami muntah, mual, serta rasa tidak nyaman pada perut.

Dari keterangan Puskesmas Selabatu, siswa itu tiba sekitar pukul 12.15 WIB dalam kondisi lemas. Petugas kesehatan segera melakukan pemeriksaan dan memberikan penanganan awal.

Baca Juga:Wakil Walkot Sukabumi Paparkan Ekosistem Toleransi pada KTTDua Pemancing Terseret Ombak di Pantai Cikeueus

Kepala Puskesmas Selabatu, dr. Riska Rachmawati, menjelaskan kondisi pasien berangsur membaik setelah mendapat perawatan singkat. “Pasien datang dengan keluhan mual, muntah, pusing, dan tidak enak perut. Namun saat tiba di puskesmas, muntah sudah tidak berlanjut. Setelah pemeriksaan dan pemberian obat, kondisi siswa membaik dan diperbolehkan pulang,” ujarnya kepada wartawan, kemarin.

Dia mengungkap, pihak sekolah melaporkan adanya empat siswa lain dengan keluhan serupa. Namun mereka tidak dibawa ke fasilitas kesehatan. “Kami juga melakukan wawancara dengan guru dan kepala sekolah yang mengantar siswa. Mereka menyampaikan bahwa ada empat siswa lainnya mengalami keluhan yang sama. Kami kemudian mengambil sampel makanan untuk diperiksa di Labkesda. Hasilnya diperkirakan keluar dalam satu minggu,” tambahnya.

Adapun sampel yang diperiksa meliputi nasi, sayur pakcoy, tempe, nugget ayam, dan buah lengkeng. Menurut dr. Riska, dugaan keracunan memang bisa saja terjadi, namun belum dapat dipastikan tanpa pemeriksaan laboratorium.

Kepala Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, mengaku sudah menerima laporan dugaan keracunan tersebut. Dia menyebut bahwa penyedia makanan yaitu Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG) Sriwidari, sempat dikunjunginya beberapa jam sebelum kejadian.

“Saya memang menerima laporan dari Camat Cikole bahwa ada siswa yang diduga keracunan makanan dan sudah ditangani Puskesmas Selabatu. Laporan awal hanya menyebut satu siswa. Pagi hari, SPPG Sriwidari ini saya datangi langsung, dan siangnya saya mendapatkan kabar kejadian tersebut,” jelas Andri.

Ironisnya, SPPG Sriwidari diduga belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Padahal, sertifikat ini menjadi standar wajib kelayakan bagi penyedia makanan dalam program MBG.

0 Komentar