WBP Lapas Warungkiara Berhasil Panen 250 Kilogram Sawi

Istimewa
PANEN : WBP Lapas Warungkiara Sukabumi saat memanen ratusan KG Sawi dilahan produktif lapas. (foto : istimewa)
0 Komentar

WARUNGKIARA – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi berhasil panen 250 Kilogram sayuran jenis Sawi dari lahan pertanian yang dikelola di lapas tersebut.

Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas, mengatakan kegiatan pertanian ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang memberikan kesempatan kepada WBP untuk belajar sekaligus menghasilkan produk pertanian. “Kegiatan pertanian ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Kami ingin mereka tidak hanya menjalani pembinaan, tetapi juga mendapatkan keterampilan yang bisa menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Kurnia.

Menurut Kurnia, para WBP dilibatkan secara langsung dalam berbagai tahapan budidaya, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan tanaman hingga proses pemanenan. “Mereka terlibat langsung dari proses awal sampai panen. Jadi ada pengalaman dan keterampilan yang mereka dapatkan selama mengikuti kegiatan ini,” katanya.

Baca Juga:Beragam Tradisi Khas Kasepuhan Gelar Alam Warnai Seren Taun ke-658Pemkab Sukabumi Susun RDTR Wilayah Kecamatan Cicurug dan Sukaraja

Panen sebanyak 250 kilogram sawi tersebut sekaligus menjadi salah satu bentuk kontribusi Lapas Warungkiara dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Kurnia menegaskan, pemanfaatan lahan di lingkungan Lapas akan terus dioptimalkan untuk kegiatan produktif yang memberikan manfaat, baik bagi pembinaan WBP maupun dalam mendukung ketersediaan pangan.“Kami akan terus mengoptimalkan lahan yang ada. Harapannya, kegiatan pertanian ini bisa terus berkembang, baik dari sisi jumlah produksi maupun jenis komoditas yang dibudidayakan,” tutur Kurnia.

Ia menilai kegiatan pertanian memiliki nilai penting dalam proses pembinaan karena dapat menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab dan kemandirian kepada warga binaan.

Selain itu, keterampilan di bidang pertanian diharapkan dapat menjadi salah satu modal bagi WBP ketika nantinya kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Hasil panen yang diperoleh selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan maupun disalurkan melalui mekanisme pemasaran yang berlaku.

Menurut Kurnia, keberhasilan panen tersebut menjadi motivasi bagi jajaran Lapas Warungkiara untuk terus mengembangkan program pembinaan berbasis produktivitas. “Yang paling penting bukan hanya hasil panennya, tetapi proses pembinaan yang berjalan. Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan dan pengalaman yang benar-benar bisa mereka manfaatkan setelah bebas nanti,” ujarnya.

0 Komentar