Dua Hari, Bencana Terjadi di 5 Titik

Istimewa
DOK/PUSDALOPS BPBD KABUPATEN SUKABUMI PENGECEKAN: Petugas BPBD Kabupaten Sukabumi mengecek dampak bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.
0 Komentar

CIKEMBAR – Bencana hidrometeorologi kembali terjadi di Kabupaten Sukabumi pada Jumat (2/1) dan Sabtu (3/1). Kondisi itu dipicu hujan cukup lebat dengan intensitas cukup lama.

Berdasarkan informasi Pusat Pengendali dan Operasional (Pusdalops) BPBD setempat, bencana terjadi di sejumlah lokasi tersebar di lima kecamatan. Wilayahnya meliputi Kecamatan Parungkuda, Gunungguruh, Waluran, Cireunghas, dan Simpenan.

Di Kecamatan Parungkuda terjadi rumah ambruk milik Dadang di Kampung Cipanggulaan RT 04/01 Desa Kompa sekitar pukul 03.00 WIB. Tidak ada korban luka maupun jiwa pada peristiwa tersebut. Rumah yang dihuni tiga jiwa itu mengalami ambruk pada bagian dinding dapur.

Baca Juga:Empat Remaja jadi Korban Pembacokan, Terjadi saat Malam Tahun Baru, Pemkot Respons CepatPatroli Dialogis Cegah Gangguan Kamtibmas

Di Kecamatan Gunungguruh, dampak hujan yang cukup lama mengakibatkan TPT tergerus longsor di Kampung Karangsasak RT 03/11 Desa Sirnaresmi sekitar pukul 07.00 WIB. Material tanah longsor menimpa 1 rumah di bagian kamar dan kamar mandi milik Asep Sumantri yang dihuni 4 jiwa. Material tanah longsor juga mengancam satu rumah warga lainnya milik Lalan yang dihuni 4 jiwa.

Di Kecamatan Waluran, dampak hujan mengakibatkan terjadi pergerakan tanah di Kampung Pinangjajar RT 11/03 Desa Sukamukti pada Jumat, 2 Januari 2026 sekitar pukul 21.45 WIB.

Sementara di Kecamatan Cireunghas, hujan pada Jumat, 2 Januari 2026, mengakibatkan atap bangunan satu ruangan kelas SDN Karikil di Kampung Babakansari RT 03/08 Desa Cikurutug ambruk. Tidak ada korban jiwa maupun luka pada peristiwa tersebut.

Sedangkan di Kecamatan Simpenan, hujan deras cukup lama mengakibatkan tanah longsor di Kampung Pojok RT 25/04 Desa Cibuntu pada Jumat, 2 Januari 2026. Akibat tanah longsor pada tebing, akses jalan tertutup material.

Akses sempat tak bisa dilalui kendaraan. Namun kini dilaporkan jalur yang tertutup material tanah longsor sudah bisa dilalui kendaraan baik sepeda motor maupun mobil. (ndi)

0 Komentar