SUKABUMI — RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi remsi membuka pelayanan kemoterapi, kemarin (7/1). Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki meninjau pelaksanaannya pada hari pertama operasional.
Ayep menyampaikan pada hari pertama pembukaan layanan, antusiasme pasien sudah terlihat dengan adanya sejumlah pasien yang mulai menjalani terapi. “Hari ini adalah hari pertama dibukanya pelayanan kemoterapi. Masyarakat yang memiliki penyakit kanker, baik dari Kota maupun Kabupaten Sukabumi kini sudah bisa dilayani di RSUD R Syamsudin SH. Hari ini sudah ada lima pasien yang datang, bahkan ada pasien rujukan dari RS Hasan Sadikin yang sudah dipindahkan ke sini,” ujar Ayep.
Menurutnya, dibukanya layanan kemoterapi merupakan langkah strategis mendekatkan pelayanan kesehatan rujukan kepada masyarakat. Dengan hadirnya layanan ini, pasien tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah untuk menjalani pengobatan kanker.
Baca Juga:Pemkot Sukabumi Serahkan Bantuan Motor SampahDelegasi Dar Silla University Korsel Ajak Warga Sukabumi Kuliah di Busan
“Alhamdulillah, Kota Sukabumi sekarang sudah memiliki pelayanan kemoterapi. Ini langkah terbaik bagi RSUD R Syamsudin SH meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Fasilitasnya sudah sangat baik. Ke depan kita akan terus meningkatkan pelayanan kesehatan lainnya,” ungkapnya.
Layanan kemoterapi ini merupakan realisasi komitmen pemerintah daerah meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Dalam satu bulan, rumah sakit mampu melayani sekitar 200 hingga 250 pasien kemoterapi. “Ini merupakan peningkatan pelayanan yang signifikan, dan yang terpenting layanan kemoterapi ini sudah di-cover BPJS Kesehatan,” tegasnya.
Direktur Utama RSUD R Syamsudin SH, Yanyan Rusyandi, menjelaskan saat ini rumah sakit telah menyiapkan fasilitas dan kapasitas layanan kemoterapi secara bertahap sesuai standar pelayanan medis. “Untuk kapasitas, saat ini tersedia dua layanan poliklinik. Sedangkan untuk layanan perawatan one day care, kami menyediakan 10 tempat tidur yang terbagi ke dalam dua ruangan, masing-masing lima tempat tidur. Setiap hari kami bisa melayani hingga 10 pasien kemoterapi,” jelas Yanyan. (mg5)
