Kreativitas Pengelolaan Sampah di Gunungpuyuh, Wakil Wali Kota Sukabumi Apresiasi Komunitas Peduli Sampah

Istimewa
DOKPIM/HUMAS PEMKOT SUKABUMI KREASI: Berbagai kreasi kerajinan tangan dihasilkan Komunitas Peduli Sampah di Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi. Sehingga, hasil kreasi ini bisa bernilai ekonomis.
0 Komentar

SUKABUMI – Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana meninjau pelaksanaan pembuatan konten pengelolaan sampah di Kecamatan Gunungpuyuh, kemarin (24/2). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung implementasi konsep pengelolaan sampah yang diinisiasi Komunitas Peduli Sampah di wilayah tersebut.

“Yang saya sampaikan tentu saja terima kasih kepada bapak camat. Beliau sangat aktif berkomunikasi. Terkait agenda menjelang peringatan Hari Jadi Kota Sukabumi pada 1 April mendatang, di mana akan diumumkan tiga besar pemenang pengolahan sampah dalam karnaval di Balai Kota Sukabumi dan diberikan hadiah secara langsung,” ujar Bobby.

Bobby mengaku tertarik melihat bagaimana gagasan yang diajukan benar-benar diwujudkan di lapangan. Ia menyampaikan apresiasi kepada camat, lurah, RW, RT, kader Posyandu, serta ibu-ibu yang aktif memposting kegiatan pengelolaan sampah di media sosial.

Baca Juga:Kendalikan Inflasi di Kabupaten Sukabumi dengan Program SABUMIProgram SIGAP Edukasi Kesehatan Anak di Kabupaten Sukabumi

Menurutnya, promosi kebaikan melalui akun media sosial menjadi langkah sederhana namun berdampak luas dalam membangun kesadaran kolektif. Bobby bahkan menyampaikan bahwa setiap unggahan positif terkait pengelolaan sampah kerap ia respons dan bagikan kembali sebagai bentuk dukungan moral.

Ia mendorong masyarakat untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi dan inspirasi, agar praktik baik pengelolaan sampah dapat ditiru oleh wilayah lain. Konten-konten tersebut, katanya, bukan sekadar dokumentasi, tetapi juga bagian dari gerakan perubahan perilaku.

Pengelolaan sampah yang ditinjau di Gunungpuyuh menjadi salah satu contoh nyata pengelolaan dari hulu, yakni dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan dan pengolahan awal sebelum sampah masuk ke tempat pembuangan akhir.

Pendekatan ini dinilai penting karena mampu mengurangi beban lingkungan, menekan volume sampah, sekaligus membangun budaya sadar lingkungan sejak tingkat paling dasar masyarakat. (dokpim)

0 Komentar