Kota Sukabumi Terancam tak Ikut Porprov, Terkendala Anggaran untuk Pembiayaan Kontingen

Istimewa
ILUSTRASI/DOK PORTAL.SUKABUMIKOTA.GO.ID BERPRESTASI: Atlet wushu Kota Sukabumi berhasil menorehkan prestasi gemilang pada Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV/2026 Jawa Barat di Bekasi, belum lama ini.
0 Komentar

JL R SYAMSUDIN – Kota Sukabumi terancam tidak ambil bagian pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Kondisi itu dipicu belum jelasnya alokasi anggaran untuk pembiayaan kontingen.

Jika benar terjadi, maka akan menjadi catatan kemunduran bagi dunia olahraga Kota Sukabumi. Sebab, untuk kali pertama Kota Sukabumi berpotensi absen dari pesta olahraga multicabor empat tahunan tingkat provinsi tersebut.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengakui kondisi keuangan daerah saat ini tengah menghadapi tekanan serius. Menurut Ayep, persoalan utama berasal dari belum cairnya Transfer Ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang menjadi sumber penting pembiayaan berbagai program daerah.

Baca Juga:Dua Siswa SMK Pertanian Dibacok Pelajar Lain di CibadakKecamatan Waluran Juara Umun MTQ Tingkat Kabupaten Sukabumi

“Kita memang agak sangat prihatin tahun ini karena anggaran kita masih terkunci di TKD. TKD kita Rp156 miliar ini kena efisiensi. Ini luar biasa ya. Sehingga banyak sekali anggaran-anggaran yang kita setop,” ujar Ayep seusai menghadiri kegiatan di salah satu rumah sakit, Minggu (10/5).

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap sejumlah program prioritas daerah. Termasuk persiapan kontingen Kota Sukabumi menghadapi Porprov XV Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026 di Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok.

Ayep menegaskan, pemerintah daerah tidak dapat mengalokasikan anggaran pengeluaran apabila sumber pendanaannya belum tersedia secara pasti. “Kita tunggu TKD ini entah bulan berapa masuk lagi. Karena nggak boleh membikin satu anggaran pengeluaran kalau sumbernya belum ada,” katanya.

Terkait kebutuhan anggaran kontingen Porprov yang disebut mencapai sekitar Rp5 miliar, Ayep mengaku pemerintah daerah hingga kini belum dapat memastikan ketersediaannya. Padahal, sejumlah daerah lain di Jawa Barat disebut sudah mulai menyiapkan pembiayaan kontingen mereka. “Belum, kita belum bisa menentukan. Kita tunggu beberapa, mudah-mudahan beberapa minggu ya. Kalau TKD turun otomatis,” ungkapnya.

Bahkan, Ayep secara terbuka menyampaikan kemungkinan Kota Sukabumi tidak mengirimkan kontingen apabila kondisi fiskal daerah tidak memungkinkan hingga batas waktu persiapan. “Ya kalau anggaran nggak ada gimana lagi? Kita ikhlas saja itu. Masa minjam duit? Ya nggak mungkin. Tapi kita sudah berusaha untuk menaikkan,” tegasnya. (mg5)

0 Komentar