Beny menilai keberadaan Koperasi Merah Putih memiliki potensi besar dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa. Selama ini, kata dia, banyak petani dan pelaku usaha kecil masih bergantung pada pihak-pihak yang belum tentu memberikan keuntungan yang adil.
Ia mencontohkan kondisi petani yang kerap menghadapi harga pupuk yang ditentukan sepihak, hasil panen yang dijual dengan harga rendah kepada tengkulak, hingga keterbatasan akses permodalan yang memaksa mereka meminjam dengan bunga tinggi. Menurutnya, kehadiran Koperasi Merah Putih diharapkan mampu memutus persoalan tersebut melalui penyediaan kebutuhan produksi dengan harga yang lebih terjangkau, membuka akses pemasaran hasil usaha masyarakat, sekaligus menghadirkan sistem ekonomi yang dikelola secara bersama.
“Dengan begitu, manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan tidak hanya dinikmati oleh pihak tertentu. Koperasi Merah Putih hadir agar desa memiliki jalur ekonominya sendiri yang lebih adil, mandiri, dan dapat dikontrol bersama,” pungkasnya. (mg5)
