CIBEUREUM – Kodim 0607/Kota Sukabumi mengintensifkan pendampingan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai bagian dari upaya mempercepat pelaksanaan program nasional yang ditujukan untuk memperkuat perekonomian masyarakat. Pendampingan tersebut dilakukan mulai dari tahap perencanaan, pembangunan hingga pelaporan perkembangan proyek secara real time.
Komandan Kodim (Dandim) 0607/Kota Sukabumi, Letkol Inf Beny Syafri, mengatakan keterlibatan TNI dalam pembangunan KDKMP merupakan tindak lanjut kemitraan antara Agrinas Pangan Nusantara dengan TNI, serta pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Menurut Beny, Babinsa menjadi ujung tombak pendampingan di lapangan. Mereka bertugas melakukan survei dan validasi lokasi pembangunan, memberikan sosialisasi kepada masyarakat, membantu proses pembangunan, menggerakkan partisipasi warga, hingga mengawasi pelaksanaan pekerjaan agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Baca Juga:Angka Pengangguran di Sukabumi Ditarget Turun di Bawah 7 PersenAngka Pengangguran di Sukabumi Ditarget Turun di Bawah 7 Persen
Selain itu, Babinsa juga bertanggung jawab menjaga keamanan dan stabilitas selama proses pembangunan berlangsung serta menyampaikan laporan perkembangan kegiatan melalui aplikasi yang terhubung langsung dengan pemerintah pusat. “Kehadiran TNI merupakan bagian dari sinergi untuk mendukung percepatan pembangunan sekaligus memastikan program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Beny, kemarin (29/7).
Ia menjelaskan, keberhasilan pembangunan Koperasi Merah Putih tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat terus diperkuat sejak tahap awal hingga pembangunan selesai.
Proses tersebut dimulai dari pemetaan lahan, penentuan lokasi, penyusunan kebutuhan bangunan, hingga pelaksanaan konstruksi yang dilakukan secara bersama-sama. Pembangunan KDKMP juga menerapkan skema swakelola padat karya dengan mengutamakan tenaga kerja serta penggunaan bahan baku dari masyarakat setempat. “Prinsip utama pembangunan ini adalah kolaborasi dan gotong royong sehingga koperasi benar-benar dibangun berdasarkan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Dalam tahap pelaksanaan, TNI turut membantu koordinasi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, dan berbagai unsur terkait dalam penentuan lokasi pembangunan. Pendampingan juga dilakukan untuk memastikan komunikasi antarlembaga berjalan efektif sehingga pembangunan tidak mengalami hambatan di lapangan.
Selain mendukung proses konstruksi, aparat TNI juga membantu menjaga kelancaran aktivitas pembangunan agar seluruh tahapan dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah.
