LEMBURSITU – Pemerintah Kabupaten Sukabumi menargetkan angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun di bawah 7 persen pada akhir tahun ini. Optimisme tersebut didasarkan pada meningkatnya penyerapan tenaga kerja melalui sejumlah program pemerintah dan investasi sektor swasta yang mulai beroperasi di berbagai wilayah.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi, mengatakan saat ini angka pengangguran di Kabupaten Sukabumi berada di kisaran 7,2 persen. Pemerintah daerah terus memetakan kondisi ketenagakerjaan secara rinci, termasuk berdasarkan jenis kelamin, agar kebijakan penyerapan tenaga kerja lebih tepat sasaran.
Menurut Sigit, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam membuka lapangan pekerjaan baru. Kehadiran dapur-dapur MBG disebut telah menyerap sekitar 20 ribu tenaga kerja yang sebelumnya menganggur.
Baca Juga:Tim Jabar Rechecking Perpustakaan Kelurahan CikundulMuseum Prabu Siliwangi Sosialisasikan WBtB di SMPN 9
Selain itu, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) serta beroperasinya sejumlah perusahaan baru juga memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja. Dari dua sektor tersebut, sekitar 1.500 pencari kerja telah memperoleh kesempatan bekerja.
“Angka pengangguran di Kabupaten Sukabumi saat ini sekitar 7,2 persen. Kami bersyukur adanya dapur MBG, Kopdes Merah Putih, dan perusahaan-perusahaan baru yang dibuka. Dari dapur MBG saja kurang lebih 20 ribu orang terserap, kemudian dari Kopdes Merah Putih dan perusahaan baru sekitar 1.500 orang,” ujar Sigit, belum lama ini.
Ia menambahkan, penurunan pengangguran tidak hanya berasal dari sektor formal. Pertumbuhan wirausaha muda dan pelaku usaha mikro juga dinilai berkontribusi terhadap terciptanya lapangan kerja, meski pendataannya berada di perangkat daerah lain yang membidangi sektor pertanian, perikanan, perdagangan, dan usaha mikro. Karena itu, penanganan pengangguran dilakukan melalui kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah dengan memperkuat berbagai sektor ekonomi produktif yang mampu menciptakan peluang kerja baru.
Disnakertrans optimistis, jika berbagai program tersebut berjalan sesuai target hingga akhir tahun, angka pengangguran di Kabupaten Sukabumi dapat ditekan di bawah tujuh persen. “Intinya kita sama-sama berusaha agar di akhir tahun 2026 angka pengangguran di Kabupaten Sukabumi bisa di bawah tujuh persen,” pungkas Sigit. (mg5)
