“Bagi saya, Hari Kebaya Nasional bukan hanya sebuah peringatan, tetapi menjadi momentum untuk mengingat kembali bahwa kebaya adalah warisan budaya yang memiliki nilai luhur. Namun, upaya melestarikan budaya bukan hanya dengan mengenakan kebaya, tetapi juga dengan menghadirkan kepedulian, kasih sayang, dan perhatian kepada sesama,” tuturnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada PBI Sukabumi Raya yang telah menginisiasi kegiatan tersebut dan menghadirkan kebersamaan bersama para lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Asisi. Dalam kesempatan itu, Ranty juga menyampaikan pesan penuh makna bahwa usia senja bukanlah tentang memiliki segalanya, melainkan tentang bagaimana seseorang dapat memiliki kelapangan dada, mensyukuri apa yang dimiliki, serta berdamai dengan keadaan di mana pun berada.
“Usia senja bukan tentang memiliki segalanya, tetapi tentang memiliki lapang dada dan tetap mensyukuri apa yang kita punya. Mari berdamai dengan keadaan di mana pun kita berada. Setiap hari adalah anugerah dari Tuhan. Mari kita nikmati dengan damai, senyum, dan doa yang tidak pernah putus,” pesannya.
Baca Juga:Komitmen Wujudkan Tata Kelola pembangunan yang Inklusif dan Ramah AnakUPT Dalduk Cibitung Diresmikan, Bupati : Hadirkan Pelayanan Terbaik pada Masyarakat
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kepedulian dan kebahagiaan dapat hadir melalui hal-hal sederhana. Senyum, sapaan hangat, perhatian, hingga kebersamaan menjadi bentuk kasih yang dapat memberikan arti bagi mereka yang membutuhkan.
Melalui peringatan Hari Kebaya Nasional 2026, PBI Sukabumi Raya berharap semangat melestarikan budaya dapat terus berjalan beriringan dengan semangat berbagi dan menebarkan kebahagiaan. Kebaya tidak hanya dikenakan sebagai simbol identitas budaya, tetapi juga menjadi pengingat akan nilai-nilai luhur yang mengajarkan tentang kebersamaan, kasih sayang, penghormatan, dan kepedulian. (dokpim)
