CIBADAK – Pemkab Sukabumi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) berencana untuk menata Lapang Sekarwangi di Kecamatan Cibadak menjadi ruang terbuka publik yang menggabungkan fungsi olahraga, sosial, budaya, hingga ekonomi masyarakat.
Kepala Disperkim Kabupaten Sukabumi Sendi Apriadi mengatakan, sosialisasi menjadi tahap awal untuk menyampaikan rencana pembangunan ruang terbuka publik Sekarwangi Cibadak kepada masyarakat dan sejumlah tokoh. “Ya, hari ini kita sedang melaksanakan kegiatan sosialisasi tahap pertama untuk rencana pembangunan ruang terbuka publik Sekarwangi di Cibadak. Kita hadirkan masyarakat hari ini, beberapa tokoh, untuk menyampaikan rencana kegiatan kita,” ujar Sendi.
Sendi menjelaskan, kawasan itu nantinya bukan dibangun sebagai alun-alun, melainkan ruang terbuka publik Sekarwangi Cibadak. Menurutnya, penataan kawasan itu diarahkan untuk meningkatkan fungsi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat, sekaligus menghadirkan ruang interaksi yang memiliki ciri khas bagi warga Cibadak.
Baca Juga:Asap Pembakaran Batu Kapur di Jampangtengah Dikeluhkan WargaJasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Bawah Jembatan Tol Bocimi
“Ini ruang terbuka publik Sekarwangi Cibadak namanya. Tentunya pertama untuk meningkatkan akselerasi, baik dari sisi fungsi sosial, ekonomi, kemudian budaya, dan juga menjadi salah satu ikon, supaya ada percepatan dan ciri khas, identitas warga masyarakat sisi ekonomi,” katanya.
Dalam konsep pembangunannya, sejumlah fungsi yang selama ini berjalan di Lapang Sekarwangi tetap akan dipertahankan. Sendi menyebut ruang terbuka publik tersebut akan memiliki tiga fungsi utama, yakni olahraga, kegiatan keagamaan masyarakat, serta ekonomi. “Nanti kita akan siapkan di sana ada tiga fungsi yang memang tetap diselenggarakan. Yang pertama fungsi olahraganya tetap ada, kemudian ada fungsi sarana keagamaan yang biasa dilakukan oleh masyarakat, kemudian juga ada fungsi ekonomi, salah satunya nanti ada food court yang akan kita siapkan,” jelasnya.
Selain itu, kawasan itu juga akan mendukung aktivitas pelaku UMKM, seni, dan budaya masyarakat. “Sangat. Menyiapkan fasilitas. Seni dan budaya juga hadir di sana,” ujar Sendi.
Tak hanya mempertahankan fungsi yang sudah ada, ruang terbuka publik Sekarwangi juga akan memiliki identitas tersendiri. Sendi menyebut konsep pembangunan akan memasukkan unsur khas Cibadak. “Punya ciri khas sendiri. Nanti ada ciri khas sendiri, ada ikon Cibadaknya, kemudian ada Nayor-nya yang kita siapkan, kemudian ada juga gerbang masuk Mubarakah-nya,” ungkapnya.
