Ribuan Masyarakat Kabupaten Sukabumi Mendapat Sambungan Instalasi Listrik Gratis

Editor: Reporter: rls

SUKABUMI – Ribuan rumah tangga tak mampu di Kabupaten Sukabumi mendapat Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) gratis dari Program Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang bersinergi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Hal itu disampaikan Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan, Jisman Hutajulu saat Peresmian dan Penyalaan Pertama Program BPBL Provinsi Jawa Barat, di Desa Sirnajaya, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi yang dihadiri Anggota Komisi VII DPR RI, Ribka Tjiptaning Proletariyati, Jumat (18/11/2022) kemarin.

“Kementerian ESDM telah merencanakan sebanyak 14.304 rumah tangga calon penerima BPBL untuk Provinsi Jawa Barat (Jabar). Dari jumlah sebanyak itu untuk di Kabupaten Sukabumi akan mendapatkan 1.678 sambungan gratis bagi rumah tangga tak mampu yang tersebar di 19 kecamatan,” kata Jisman.

“Ia mengatakan sasaran program BPBL adalah masyarakat yang sudah ada jaringan listrik di desanya, tapi mereka tak sanggupmembiayai pemasangan instalasi listrik.

Sementara Ribka mengatakan pentingnya elektrifikasi dalam kehidupan masyarakat.

“Sekarang kita sudah dapat listrik, penerangan merupakan kebutuhan yang luar biasa, termasuk untuk pendidikan. Anak-anak kita jadi bisa mengecas HP untuk belajar,” kata Ribka setelah sebelumnya menggambarkan maraknya fenomena belajar lewat Zoom selama masa pandemi.

Makanya ia sangat mendukung upaya pemerintah untuk melistriki masyarakat melalui program ini. “Pemerintah hadir dengan dorongan DPR. Kami harap masyarakat Sukabumi juga bisa merasakan terang dan merasakan listrik supaya mereka lebih produktif, maju, dan jadi juara,” terang Ribka.

Asisten Daerah Bidang Ekonomi Pembangunan Kabupaten Sukabumi, Akhmad Riyadi dalam kesempatan yang sama berharap program BPBL dapat mengurangi jumlah masyarakat yang belum terlayani listrik.

“Rasio Elektrifikasi Kabupaten Sukabumi sudah mencapai 100 persen, namun dengan perkembangan jumlah penduduk yang terus meningkat, masih terdapat rumah yang belum ada instalasi listriknya meski jaringannya sudah masuk desa,” tuturnya.

Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan menunjuk PLN dalam pelaksanaan program BPBL. General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Barat Susiana Mutia menyampaikan bahwa PLN siap berkomitmen dan berkolaborasi dengan stakeholder untuk mendukung program BPBL.

“Kami berkomitmen menyelesaikan seluruh pemasangan program BPBL untuk seluruh calon penerima manfaat agar masyarakat Jawa Barat dapat menikmati listrik secara menyeluruh,” ujar Susiana.

Supiyandi (40 tahun), salah satu penerima manfaat Program BPBL menyampaikan rasa syukurnya karena telah mendapatkan bantuan. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bahan bangunan ini sebelumnya menyalurkan listri dari saudara yang ada di depan rumahnya. Bapak tiga orang anak ini bercerita sebelumnya listrik di rumahnya terkadang anjlok.

“Namanya dibagi-bagi, jadi nggak bisa dipakai semuanya. Karena kadang anjlok listriknya. Kalau lampu saja nggak apa tapi saudara kan ada TV dan magiccom jadi kalau dinyalain semuanya nggak bisa,” ujar warga Desa Sirnajaya ini.

Kini dengan bantuan instalasi listrik gratis dari Pemerintah, ia merasa senang memiliki instalasi listrik sendiri.

Senada disampaikan, Agus (37 tahun) yang bekerja di bengkel juga senang dengan adanya bantuan Program BPBL ini. Ia biasanya menyalur listrik ke tetangga belakang rumahnya.

Selain ilegal, menyalur listrik juga dapat membahayakan keselamatan ketenagalistrikan dan dapat mengakibatkan kebakaran. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak menyalur listrik. Program BPBL ini merupakan salah satu upaya untuk memberikan bantuan instalasi listrik gratis kepada masyarakat. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *