Polisi Panggil Pimpinan Samsat

JL PERINTIS KEMERDEKAAN,SUKABUMIEKSPRES РPolisi Panggil Pimpinan Samsat, Kasus dugaan penipuan yang dilakukan oknum pegawai honorer di Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) Kota Sukabumi terus didalami aparat kepolisian.

Saat ini polisi sedang meminta sejumlah keterangan, salah satunya Kepala P3DW Kota Sukabumi, Iwan Juanda, yang memenuhi panggilan polisi, kemarin (24/1).

“Betul, yang bersangkutan (Kepala P3DW) sudah kami mintai keterangan. Ada beberapa saksi lain juga yang kita periksa, termasuk pelapor serta dari pihak-pihak terkait,” ujar Kasatreskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Yanto Sudiarto, kepada wartawan, kemarin.

BACA JUGA: Oknum Pegawai Samsat Tilap Uang Warga, Bermodus Urus Program Pemutihan Pajak Ranmor

Hasil perkembangan penyelidikan terkait kasus dugaan penipuan yang dilakukan pegawai honorer itu hingga saat ini masih berjalan. Penyelidikan yang pihaknya lakukan ini menindak lanjuti laporan dari salah satu korban yang mengurus mutasi kendaraannya namun hingga saat ini tak kunjung selesai.

“Yang laporan ke kami itu ada satu pelapor. Pelapor itu merasa dirugikan sebesar Rp5 juta dalam pengurusan mutasi kendaraannya,” jelasnya.

Yanto belum bisa memastikan adanya dugaan keterlibatan pegawai internal di instansi itu. Saat ini prosesnya masih penyelidikan.

BACA JUGA: Transformasi Digital, Gubernur Ridwan Kamil Segera Rilis Super Apps Sapawarga

“Hingga saat ini kami masih tahap penyelidikan. Kemungkinan pasti ada korban lainnya. Mohon sabar, nanti akan kami sampaikan kembali apabila sudah ada perkembangan lebih lanjut,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan orang menjadi korban penipuan oknum pegawai P3DW atau Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kota Sukabumi pada program pemutihan pajak kendaraan bermotor Nilai kerugian akibat kasus tersebut mencapai ratusan juta rupiah.

BACA JUGA: Dishub Serius Terapkan Sistem Parkir Berlangganan

HH (42) misalnya, warga Jalan Bhayangkara Gang Obing RT 1/6 Kelurahan/Kecamatan Gunungpuyuh, yang mengaku kasus yang dialaminya terjadi pada 22 November 2022. Saat itu ia hendak melakukan pengurusan Biaya Balik Nama (BBN) mobil.

“Jadi saat itu saya mendapat informasi dari oknum berinisial RE yang merupakan pegawai P3DW Bapenda Jabar bahwa masih ada promo untuk urusan biaya BBN gratis. Saat itu saya nego hingga muncul nominal Rp5 juta,” ujar HH kepada wartawan, belum lama ini.

Setelah sepakat dengan nilai nominal, HH meminta RE mengambil semua berkas kendaraan di kediamannya. Ia pun  langsung mentransfer uangnya.

“Setelah memberikan berkas dan uang langsung saya transfer dua kali. Pertama Rp4 juta dan yang kedua Rp1 juta. Kemudian RE menjanjikan berkas selesai satu bulan,” ucapnya.

Pada awal Desember 2022 oknum pegawai Samsat tersebut memberi surat jalan hingga batas 30 Desember 2022.

“Saya mulai kehilangan jejak itu pada 27 Desember. Terakhir komunikasi pada Minggu 25 Desember 2022. Setelah tidak ada kabar. Saya mengecek ke kantor Samsat ternyata RE itu sudah dua minggu tidak masuk kerja dengan alasan sakit,” jelasnya.

Karena penasaran, HH memberanikan diri menanyakan berkas dan uang yang sudah diberikan kepada RE ke kantor P3DW Kota Sukabumi.

“Ternyata berkasnya sudah diterima di kantor Samsat, tapi uangnya diambil pelaku. Akhirnya, saya meminta pertanggungjawaban pihak Samsat. Sampai hari ini Samsat baru meminta bukti transferannya. Namun belum ada kejelasan terkait pertanggungjawabannya,” pungkasnya.

(Nuria Ariawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *