Angka Stunting di Kabupaten Sukabumi Capai 27,3 Persen

Angka Stunting di Kabupaten Sukabumi Capai 27,3 Persen
0 Komentar

SUKABUMI EKSPRES – Angka Stunting di Kabupaten Sukabumi terbilang masih tinggi, yakni mencapai 27,3 persen. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Sukabumi, Iyos Somantri saat mepmimpin Focus Grup Discussion (FGD) program Rabu Observasi dan Aksi Sinergi Penanganan Stunting (Roasting) di Command Center Setda Pemkab Sukabumi-Palabuhanratu, Rabu (25/10).

Dalam program Roasting kali ini, diikuti oleh Kecamatan Parakansalak, Kabandungan dan Kecamatan Cidahu.

BACA JUGA: Roasting di Warungkiara, Iyos Launching 12 Inovasi Desa

Untuk itu setiap kecamatan di Kabupaten Sukabumi harus bisa menurunkan angka stunting sekitar 50 persen. Sehingga keinginan dan target nasional pada tahun 2024 stunting turun di angka 14 persen dapat tercapai.

Baca Juga:Kekerasan Anak Dominasi Kasus di Kota SukabumiSetiap Hari Lintasi Jembatan Bambu yang Rapuh

“Kita Harus fokus selama tiga bulan kedepan ini untuk turunkan Kurang Energi Kronis (KEK) dan Anemia pada ibu hamil,” ungkap Iyos dalam arahannya. 

Tak hanya, Iyos pun meminta seluruh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) daerah hingga desa dapat bekerja secara serius dalam menekan tren danangka stunting di Kabupaten Sukabumi.

BACA JUGA: Pemkab Diseminasi Audit Kasus Stunting Sementer Dua

 Apalagi, ancaman stunting di Kabupaten Sukabumi saat ini cukup memprihatinkan, sehingga harus betul-betul dientaskan secara menyeluruh.

“Kami minta kepada para Camat untuk melakukan konsolidasi dengan instansi swasta untuk bersama action dalam penanganan stunting,” ungkapnya. 

Iyos menjelaskan, ibu hamil KEK dan Anemia adalah penyebab utama terjadinya anak stunting. Maka dari itu, dia menekan agar TPPS terus melakukan pemeriksaan pada posisi tersebut, supaya tak terjadi stunting baru.

BACA JUGA: Kemenko PMK RI Evaluasi Penanganan Stunting di Jabar 

“Sasaran kerja kita ini harus fokus kepada penanganan. Camat, Kepala Desa dan Ibu kades yang juga sebagai orangtua asuh harus betul-betul serius. Sebab, stunting sangat membahayakan untuk generasi kita,” tegasnya. (Mg3)

0 Komentar