Diduga Dimangsa Macan Tutul, Kambing Milik Warga Kampung Ciherang Mati

Istimewa
TERNAK : Hewan ternak Kambing milik warga Kampung Ciherang, Desa Gunungmalang Cikidang mati dengan luka yang cukup mengerikan
0 Komentar

CIKIDANG,SUKABUMI.JABAREKSPRES.COM – Sejumlah hewan ternak Kambing milik warga Kampung Ciherang, Desa Gunungmalang, Kecamatan Cikidang Kabupaten Sukabumi mati dengan luka yang cukup mengerikan, pada Sabtu (6/9/2025) lalu. Hewan ternak tersebut mati dengan kondisi leher robek, diduga kuat akibat serangan predator liar.

Kepala Desa Gunungmalang, Ajang Rahmat, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian menemukan jejak satwa yang mirip dengan tapak macan.

“Sekitar pukul 06.00 WIB, warga melapor ke kami. Saat dilakukan pengecekan bersama unsur forkopimcam, terlihat bekas telapak macan dengan ukuran berbeda-beda. Dugaan kuat kambing-kambing ini dimangsa macan tutul,” ujarnya

Baca Juga:PMI Asal Cikidang Sukabumi Meninggal Dunia di Pohang Korea SelatanWalkot Sukabumi Undang Ortu yang Anaknya jadi Korban Perundungan

Menurutnya, pola luka pada bangkai kambing semakin memperkuat dugaan tersebut. Luka gigitan di leher identik dengan cara berburu satwa buas seperti macan tutul. Apalagi, warga kerap melihat keberadaan hewan itu di kawasan hutan sekitar desa.

Pemerintah desa bersama warga kini melakukan langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang. Warga diminta meningkatkan ronda malam, menyalakan lampu penerangan di sekitar kandang, serta menyatukan ternak ke dalam kandang berukuran besar supaya lebih mudah diawasi.

“Kalau jumlah kambing sedikit, sebaiknya jangan dipisah-pisah. Lebih baik digabung supaya lebih aman dan mudah diawasi,” tambah Ajang.

Ia menegaskan, kekhawatiran utama saat ini bukan hanya soal kerugian materi, tetapi juga potensi ancaman terhadap keselamatan manusia. “Kami berharap pihak berwenang segera turun tangan, jangan sampai predator ini menyerang warga,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bogor, Iwan Setiawan, menyatakan pihaknya akan segera melakukan penyelidikan lapangan. Ia menjelaskan, serangan satwa liar ke permukiman biasanya terjadi karena habitat alami mereka terganggu.

“Biasanya macan turun ke pemukiman karena kekurangan pakan atau sumber air di hutan. Faktor lain bisa jadi akibat perambahan hutan yang mengusik ruang hidup mereka,” kata Iwan.

Warga berharap investigasi BKSDA dapat menemukan solusi agar predator tidak lagi masuk ke wilayah permukiman. (BS)

0 Komentar