Bayar Produk Pakai Sampah

Istimewa
DOKPIM/HUMAS PEMKOT SUKABUMI INOVATIF: Upaya mewujudkan pengelolaan sampah berkelanjutan terus digaungkan Pemkot Sukabumi, salah satunya melalui kegiatan bazaar bayar pakai sampah.
0 Komentar

SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi terus mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, saat menghadiri kegiatan bazaar bayar pakai sampah yang dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi, Sabtu (1/8).

Selain menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah, kegiatan ini juga menghadirkan puluhan stan bazar yang menawarkan beragam produk UMKM, makanan dan minuman, kebutuhan rumah tangga, hingga fesyen. Berbeda dengan bazar pada umumnya, masyarakat dapat berbelanja menggunakan sampah anorganik yang telah dipilah sebagai alat pembayaran.

Sampah yang dibawa warga terlebih dahulu ditimbang dan dikonversi menjadi nilai ekonomi, kemudian digunakan untuk bertransaksi di stan bazar yang telah bekerja sama. Bobby mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang mampu menggabungkan kepedulian terhadap lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta aksi kemanusiaan dalam satu gerakan bersama.

Baca Juga:Pembangunan Ekonomi Berbasis Teknologi dan Data TerintegrasiMasa Tanggap Darurat Berakhir, Kondisi di Kampung Adat Ciptamulya Terkendali

“Kegiatan ini bukan sekadar bazaar biasa. Ini adalah jembatan kreatif yang menghubungkan kepedulian lingkungan dengan nilai ekonomi, sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. Sampah yang selama ini sering dipandang sebagai masalah, hari ini diolah menjadi peluang, menjadi alat tukar, bahkan menjadi simbol perubahan pola pikir kita bersama,” ujar Bobby.

Perubahan pola pikir masyarakat harus dimulai dari rumah melalui kebiasaan memilah sampah. Dengan mengusung semangat ‘Sampah Berkah, Buang Sampah Rugi’, Bobby mengajak seluruh masyarakat meninggalkan kebiasaan membakar sampah di pekarangan maupun lubang pembakaran di belakang rumah (jarian), karena dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.

“Sudah saatnya kita tinggalkan kebiasaan lama membakar sampah di jarian. Secara medis dan ilmiah, asap pembakaran sampah menghasilkan senyawa dioksin dan furan yang mengandung mikropartikel berbahaya bagi paru-paru dalam jangka panjang. Sekarang, sampah harus kita pilah dari rumah karena punya nilai ekonomi nyata yang memudahkan urusan hidup kita semua,” tegasnya.

Menurut Bobby, pemilahan sampah dari rumah akan memberikan manfaat bagi seluruh pihak, mulai dari mempermudah proses pengelolaan sampah hingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Sampah anorganik yang telah dipilah dapat disalurkan melalui berbagai bank sampah maupun mitra swasta di Kota Sukabumi sehingga memiliki nilai ekonomi yang dapat menambah penghasilan warga.

0 Komentar