“Pilah sampah dari rumah. Itu akan memudahkan semua pihak dan memudahkan urusan hidup kita. Di Kota Sukabumi sudah banyak jejaring bank sampah, mulai dari Bank Sampah Cahaya, Point Trash, Bank Sampah Unit Mandiri (Bank Sami), hingga Bank Sampah Induk. Sampah yang dipilah dapat memiliki nilai ekonomi, bahkan hasilnya bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah,” ungkapnya.
Sementara itu, sampah organik juga dapat dimanfaatkan menjadi kompos, biopori, maupun dikelola melalui rumah maggot sehingga mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Bobby Maulana menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi terus menerapkan pola penanganan sampah secara kreatif pada berbagai kegiatan masyarakat. Salah satunya saat penyelenggaraan konser musik di kawasan Surya Kencana, di mana dari sekitar 4,4 ton sampah yang dihasilkan, sebanyak 2,2 ton berhasil ditangani langsung melalui bank sampah dan rumah maggot sehingga hanya sekitar 2,4 ton yang dibawa ke TPA Cikundul. Pola serupa juga diterapkan pada sejumlah kegiatan lainnya sebagai upaya mengurangi beban sampah di TPA.
Baca Juga:Pembangunan Ekonomi Berbasis Teknologi dan Data TerintegrasiMasa Tanggap Darurat Berakhir, Kondisi di Kampung Adat Ciptamulya Terkendali
Selain pengelolaan sampah, Pemerintah Kota Sukabumi juga terus melakukan penataan kawasan strategis, khususnya di koridor Jalan Ahmad Yani yang menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat dan tujuan kunjungan wisatawan dari berbagai daerah.
Penataan dilakukan melalui penguatan aspek kebersihan, penataan pedagang kaki lima, serta pengaturan parkir guna menciptakan kawasan kota yang tertib, nyaman, dan bersih.
Kegiatan Bazaar Bayar Pakai Sampah juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah. Menurut Bobby, perpaduan kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap kesehatan dan kemanusiaan.
“Pemerintah Kota Sukabumi sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Kami berharap gerakan ini tidak berhenti hari ini saja, tetapi terus berkembang dan menginspirasi semakin banyak masyarakat untuk peduli lingkungan serta aktif dalam kegiatan sosial,” pungkasnya. (mg5)
