“Informasinya betul, proses pembangunan ini atas intruksi pemilik lahan, WNA asal Korea,” tegas Koswara.
“Tidak ada koordinasi kaitan rencana pembangunan. Rencananya kami akan membuat laporan ke instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut, agar ada penertiban. Nanti dilibatkan Satpol PP, Satpol Airud, dan TNI AL,” pungkasnya menambahkan. (IST)
