Sisihan Anggaran 20 Persen untuk Penanganan Bencana

Istimewa
DOK/SUKABUMI EKSPRES Bobby Maulana Wakil Wali Kota Sukabumi
0 Komentar

SUKABUMI,SUKABUMI.JABAREKSPRES.COM – Pemerintah Kota Sukabumi meminta setiap pemerintah kelurahan bisa menyisihkan sedikitnya 20 persen anggaran dana kelurahan tahun depan untuk kebutuhan siaga dan penanggulangan bencana. Kebijakan tersebut dinilai penting sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menegaskan kesiapsiagaan kebencanaan harus menjadi prioritas dalam perencanaan dan penggunaan anggaran di tingkat kelurahan. “Kita minta 20 persen untuk siaga kebencanaan. Ini alokasinya sangat penting,” tegas Bobby kepada wartawan, kemarin (17/12).

Menurut Bobby, kebijakan tersebut sejalan dengan arah pembangunan Kota Sukabumi dalam kerangka perencanaan jangka menengah dan panjang. Dia menyebutkan bahwa berbagai masukan dan usulan dari kelurahan akan diimplementasikan oleh Pemerintah Kota Sukabumi secara bertahap sesuai dengan prioritas pembangunan daerah.

Baca Juga:Puluhan Keluarga Kehilangan Rumah, Tergerus Abrasi Aliran Sungai CidadapDekranasda Kota Sukabumi Dorong Perajin Naik Kelas

“Sama yang disampaikan ke arah pembangunan Kota Sukabumi dalam jangka menengah. Masukan-masukan dan usulan-usulan dari kelurahan akan diimplementasikan oleh pemerintah kota,” ujarnya.

Bobby juga mengungkapkan tahun depan diproyeksikan sebagai tahun fokus pembangunan infrastruktur. Hal tersebut, kata dia, sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Barat agar pemerintah daerah memperkuat pembangunan infrastruktur dasar demi menunjang peningkatan kualitas hidup masyarakat. “Mudah-mudahan 2026 akan menjadi tahunnya infrastruktur, karena itu juga arahan dari Pak Gubernur,” katanya.

Selain infrastruktur, Bobby menekankan pentingnya kolaborasi antarwilayah, baik antarkota maupunkabupaten untuk meningkatkan kualitas pembangunan di masing-masing daerah. Ia menyebut sejumlah isu strategis yang harus menjadi perhatian bersama, mulai dari kebersihan lingkungan hingga persoalan sosial.

“Bagaimana supaya kota lebih baik lagi, perlu kolaborasi antara kota dan kabupaten, khususnya dalam peningkatan kualitas wilayah, kebersihan, penekanan angka kemiskinan, pengangguran, serta stunting,” jelasnya.

Seluruh poin tersebut telah masuk dalam kerangka perencanaan pembangunan jangka menengah dan panjang Kota Sukabumi. Karena itu, peran kelurahan menjadi sangat penting dalam mendukung keberhasilan program-program strategis pemerintah daerah. “Itu adalah poin-poin yang masuk ke dalam kerangka perencanaan pembangunan jangka menengah dan panjang,” ungkapnya.

Dalam situasi dan kondisi yang terjadi saat ini, Bobby kembali menegaskan pesan khusus kepada pemerintah kelurahan agar tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, keseimbangan antara pembangunan fisik dan penguatan kapasitas warga menjadi kunci ketahanan wilayah. “Di kelurahan harus ada pemberdayaan, ada pemberdayaan fisik,” pungkasnya. (mg5)

0 Komentar