JL R SYAMSUDIN – Kota Sukabumi berpotensi menghadapi lonjakan signifikan jumlah wisatawan seiring meningkatnya aksesibilitas wilayah sekaligus beroperasinya ruas Tol Bocimi secara bertahap. Salah satu buktinya, selama 2025 tercatat ada sekitar 1,4 juta warga luar daerah yang berkunjung ke Kota Sukabumi.
“Berdasarkan data dari BPS Kota Sukabumi, sejak Januari sampai Juni 2025 saja ada sekitar 1,4 juta orang yang berkunjung ke Kota Sukabumi. Itu merupakan wisatawan dari luar Kota Sukabumi,” ujar Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Sabtu (27/12).
Angka tersebut merupakan data kunjungan wisatawan ketika akses tol Bocimi baru tersambung hingga wilayah Parungkuda. Bobby menilai, kondisi tersebut belum sepenuhnya mencerminkan potensi riil yang dimiliki Kota Sukabumi dalam sektor pariwisata.
Baca Juga:Imigran Asal Afganistan Terseret Ombak, Sempat Tertolong, Namun Akhirnya Meninggal DuniaUnit Regiden Satlantas Polres Sukabumi Komitmen Berikan Pelayan Terbaik
“Itu data saat tol baru sampai Parungkuda. Bisa dibayangkan kalau tol nanti sudah tembus sampai Cibolang, kemungkinan peningkatan wisatawan ke Kota Sukabumi bisa mencapai tiga sampai empat kali lipat,” katanya.
Meski demikian, Bobby mengakui hingga saat ini pihaknya belum menerima data resmi kunjungan wisatawan untuk periode Juli hingga Desember 2025. Namun, ia optimistis tren kunjungan masih menunjukkan grafik yang terus meningkat. “Untuk data Juli sampai Desember 2025 saya memang belum menerima laporan lengkapnya. Tapi dari pergerakan di lapangan, kunjungan wisatawan terus terlihat meningkat,” ungkapnya.
Menghadapi potensi lonjakan tersebut, Bobby menekankan pentingnya kesiapan semua pihak, baik pemerintah daerah, pelaku usaha, maupun masyarakat. Menurutnya, Kota Sukabumi harus mampu menjadi tuan rumah yang aktif, bukan sekadar penonton. “Saya berharap kita semua bisa bersiap-siap menerima lonjakan wisatawan. Jangan sampai kita sebagai tuan rumah justru hanya jadi penonton saja,” tegasnya.
Peningkatan kunjungan wisatawan harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan sektor jasa. “Ini peluang besar untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, mulai dari UMKM, kuliner, perhotelan, hingga sektor jasa lainnya,” ujar Bobby.
Bobby menilai sektor pariwisata memiliki kontribusi strategis memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sukabumi terutama di tengah upaya pemerintah daerah mewujudkan kemandirian fiskal. “Ini juga tentunya bisa meningkatkan PAD Kota Sukabumi di tengah kondisi saat ini kita sedang berusaha untuk mencapai kemandirian fiskal,” pungkasnya. (mg5)
