SUKABUMI — Kota Sukabumi jadi lokasi digelarnya proses casting film berjudul ‘Sulur’ yang dilaksanakan di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Sabtu (10/1). Casting film Sulur ini menjadi bagian dari rangkaian produksi film nasional yang mengambil lokasi syuting di Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Film ini disebut sebagai proyek film kedua yang masuk ke wilayah Sukabumi sepanjang Januari 2026 dari total empat film yang tercatat telah melakukan aktivitas produksi di daerah tersebut.
Casting Director, Yudi, mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme dan dukungan yang diberikan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah serta komunitas film lokal. “Alhamdulillah, kita sudah melakukan casting di Kota Sukabumi, tempatnya di Gedung Juang 45. Di Kota Sukabumi ini memang banyak sineas. Hingga bulan Januari sudah masuk empat film. Film Sulur ini adalah film kedua yang lokasi syutingnya di Kota dan Kabupaten Sukabumi,” ujar Yudi, Sabtu (10/1).
Baca Juga:Polisi Gagalkan Peredaran Narkoba, Berkat Informasi Masyarakat di Kota SukabumiRumah Panggung di Pabuaran Alami Kebakaran, Tiga Motor Turut Dilalap Api
Proses casting dilakukan selama tiga hari, yakni Jumat dan Sabtu di Kota Sukabumi. Kemudian dilanjutkan pada hari Senin di wilayah Pelabuhanratu Kabupaten Sukabumi. Casting ini difokuskan untuk menjaring talenta lokal Sukabumi agar bisa terlibat langsung dalam produksi film nasional.
“Kita bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kota dan Kabupaten Sukabumi. Casting ini memang lebih diarahkan untuk menjaring anak-anak lokal Sukabumi, dan ternyata potensinya luar biasa,” katanya.
Pada proses casting turut hadir sejumlah penggiat dan pemain film nasional yang kebetulan berada di Sukabumi. Beberapa di antaranya adalah Teh Vita dan Teh Wina, yang dikenal aktif di dunia perfilman dan memiliki pengalaman di film nasional.
Yudi juga menyebutkan bahwa produser film Sulur merupakan putra asli Sukabumi, yakni Amirullah, alumni SMA Negeri 3 Sukabumi. Amirullah melalui bendera Media 8 awalnya bergerak di bidang investasi digitalisasi, sebelum akhirnya merambah ke industri film nasional.
“Produsernya orang Sukabumi asli, Pak Amirullah. Media 8 awalnya investasi digitalisasi, sekarang sudah berjalan ke media film. Ini kebanggaan tersendiri,” ungkap Yudi.
Selain film Sulur, proyek film lain berjudul “Nyi Sadea” juga tengah dipersiapkan oleh sineas asal Sukabumi. Namun, Yudi menjelaskan bahwa saat ini fokus utama masih pada penyelesaian film Sulur sebelum masuk ke produksi Nyi Sadea.
