Program 12 PAS baru Jangkau 155 Kepala Keluarga

Istimewa
DOKPIM/HUMAS PEMKOT SUKABUMI PENYALURAN: Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki didampingi Wakil Wali Kota Bobby Maulana menyerahkan bantuan pada program \'Ayeuna Waktuna Berbagai Berkah\' 12 PAS.
0 Komentar

SUKABUMI – Program sosial ‘Ayeuna Waktu Berbagi Berkah’ untuk 12 PAS (Pemerlu Atensi Sosial) yang digagas Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki telah menjangkau 155 kepala keluarga. Ditargetkan, program ini bisa menjangkau 8 ribu kepala keluarga yang tersebar di seluruh wilayah Kota Sukabumi.

Meski angka tersebut masih relatif kecil, Ayep Zaki menegaskan bahwa program ini akan terus berjalan secara konsisten. “Ini baru awalan. Yang terpenting adalah semangat saling tolong-menolong. Program ini tidak mengenal hari libur dan akan terus berjalan,” tegasnya di sela kegiatan ‘Ayeuna Waktuna Berbagi Berkah di Kecamatan Warudoyong, yakni Kelurahan Benteng, Nyomplong, dan Warudoyong, kemarin (18/1).

Penyaluran bantuan dilakukan secara door to door sebagai bentuk kehadiran nyata pemerintah daerah di tengah masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, tercatat 15 titik penerima manfaat yang mendapatkan bantuan sosial secara langsung. “Ya, hari ini adalah episode ke-24. Kita salurkan bantuan di 15 titik penerima manfaat,” ujar Ayep.

Baca Juga:Kemenaker Fokus Tekan Angka Pengangguran, Wamen Kunjungan Kerja ke Kota SukabumiBerbagai Kegiatan Sosial Warnai Milad ke-8 Tahun Masjid Baiturrahman

Pada program 12 PAS ini, setiap penerima manfaat memperoleh bantuan uang tunai sebesar Rp1 juta serta paket sembako. Bantuan tersebut ditujukan bagi warga yang masuk kategori pemerlu atensi sosial, sebagai upaya meringankan beban ekonomi sekaligus memperkuat solidaritas sosial di masyarakat.

Namun demikian, Ayep Zaki menyoroti masih terbatasnya keterlibatan dunia perbankan dalam mendukung program tersebut melalui penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR). Hingga saat ini, baru tiga bank yang tercatat aktif berkontribusi. “Hingga sekarang baru ada tiga perbankan yang sudah turut mendukung program ini, yakni BJB, BSI, dan BRI. Selain itu juga ada Baznas serta Pegadaian,” jelasnya.

Menurut Ayep Zaki, partisipasi dunia usaha dan perbankan sangat dibutuhkan agar program 12 PAS dapat menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan. Ia menyebut, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberlanjutan program sosial tersebut.

Dia juga kembali menegaskan bahwa keterlibatan langsung kepala daerah dalam kegiatan sosial merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat, sekaligus wujud tanggung jawab moral seorang pemimpin. “Kehadiran langsung pemerintah di tengah masyarakat adalah bentuk pengabdian. Kita ingin memastikan bantuan ini benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya,” ujar Ayep. (mg5)

0 Komentar