NAGRAK — Seekor Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) ditemukan dalam kondisi cedera setelah menabrak kaca jendela rumah warga di Kampung Nyangegeng Desa Babakan Panjang Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Satwa endemik yang statusnya terancam punah tersebut akhirnya dievakuasi untuk mendapatkan perawatan intensif.
Elang Jawa tersebut ditemukan terkapar di depan rumah warga dengan kondisi luka dan dikelilingi serpihan kaca jendela yang pecah akibat benturan. Warga setempat, Deri alias Jalu, mengatakan kejadian bermula saat pemilik rumah mendengar suara benturan keras dari arah depan rumahnya. Teriakan pemilik rumah mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian bergegas mendatangi lokasi.
“Saat itu tetangga saya berteriak karena mendengar benturan keras. Kami langsung menghampiri dan ternyata ada satwa langka yang terluka dan terkapar bersama pecahan kaca jendela,” ujar Deri.
Baca Juga:Hadiri Rakernas, Walkot: Sinergikan Program Pusat dan DaerahHarga Daging Ayam Bertahan, Dua Pekan Jelang Ramadan di Kisaran Rp37 Ribu per Kg
Menurut Deri, kondisi luka yang dialami Elang Jawa tersebut cukup serius sehingga tidak memungkinkan untuk kembali terbang ke habitat alaminya. Atas pertimbangan keselamatan satwa, warga memutuskan merawatnya sementara waktu sambil berkoordinasi dengan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nagrak.
“Kami sempat bingung harus bagaimana. Karena kelihatannya lukanya cukup parah dan tidak bisa terbang, akhirnya kami rawat sementara sambil melapor ke P2BK,” katanya.
P2BK Kecamatan Nagrak, Miky, mengaku menerima laporan dari masyarakat terkait temuan Elang Jawa yang terluka tersebut. Setelah menerima laporan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lanjutan.
“Kami menerima laporan adanya Elang Jawa terluka di rumah warga Desa Babakan Panjang. Karena ini satwa dilindungi, kami segera berkoordinasi dengan Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Sukabumi,” jelas Miky.
Pada Minggu (1/2), Elang Jawa tersebut akhirnya dievakuasi P2BK Kecamatan Nagrak bersama Relawan Jaga Satwa. Proses evakuasi dilakukan guna memastikan keselamatan satwa endemik yang populasinya kian menurun di alam liar.
P2BK Kecamatan Nagrak, Winda Tri Sutrisno, mengatakan evakuasi dilakukan setelah mempertimbangkan aspek keselamatan dan kelestarian satwa dilindungi tersebut. “Kami menindaklanjuti laporan masyarakat dengan melakukan evakuasi bersama Relawan Jaga Satwa dan berkoordinasi dengan para pihak terkait,” ujarnya.
