SUKABUMI,SUKABUMI.JABAREKSPRES.COM – Harga daging ayam broiler di sejumlah pasar tradisional Kota Sukabumi masih bertahan tinggi di kisaran Rp37 ribu per kg selama hampir sepekan terakhir. Kondisi tersebut terjadi setelah harga mengalami kenaikan pada awal Januari 2026 dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Data Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) setempat, harga tersebut terpantau di Pasar Pelita dan Pasar Gudang. Kenaikannya dipicu masih tingginya harga karkas ayam yang berdampak langsung pada harga jual daging ayam di tingkat konsumen.
“Sudah hampir sepekan harga daging ayam broiler berada di level Rp37 ribu per kilogram, naik dibandingkan harga sebelumnya,” ujar Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri Diskumindag Kota Sukabumi, M. Rifki, kepada wartawan, kemarin (3/2).
Baca Juga:DPKP Kabupaten Sukabumi Gembleng Skill PersonelKomitmen Wujudkan Pembangunan Sosial Inklusif dan Berkelanjutan
Mahalnya harga karkas ayam disebabkan proses pengolahan ayam hidup menjadi karkas yang menyebabkan penyusutan bobot. Pengurangan berat akibat pembuangan bulu dan jeroan, ditambah biaya pemotongan serta pengemasan, membuat harga karkas menjadi lebih tinggi sehingga berpengaruh pada harga jual daging ayam.
Selain itu, tingginya harga karkas juga berdampak pada berkurangnya pasokan ayam di pasar. Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan kapan harga daging ayam akan kembali normal, terlebih menjelang masuknya bulan puasa Ramadhan yang berpotensi mendorong peningkatan permintaan.
“Kami belum bisa memprediksi apakah harga akan segera turun atau justru kembali naik. Namun harapannya, harga bisa kembali stabil meskipun dalam waktu dekat memasuki Ramadhan,” kata Rifki.
Sementara itu, harga bahan pokok penting lainnya di Kota Sukabumi hingga saat ini masih terpantau relatif stabil. Harga beras Ciherang Cianjur I dan Ciherang Sukabumi masing-masing tercatat Rp14.800 per kg, Ciherang II Rp14.000 per kg, beras premium kelas I Rp14.400 per kg, serta beras medium lokal Rp12.400 per kg.
Untuk komoditas minyak goreng, harga minyak goreng kemasan di pasar modern tercatat Rp40.200 per dua liter, sementara di pasar tradisional sekitar Rp21.000 per liter. Adapun Minyakita setelah mengalami penurunan harga kini berada di level Rp15.700 per liter.
