SUKABUMI – Sekretariat DPRD Kota Sukabumi turut ambil bagian mewakili Pemerintah Kota Sukabumi dalam kegiatan Kirab Tatar Sunda yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Sabtu (16/5).
Dalam kegiatan budaya yang melibatkan perwakilan kabupaten dan kota se-Jawa Barat tersebut, tim Sekretariat DPRD Kota Sukabumi tampil dengan mengusung tema ‘Sandiwara Sunda Sri Asih’.
Kirab budaya dimulai dari kawasan Kiara Artha Park Kota Bandung dan berakhir di Gedung Sate sebagai pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Sepanjang perjalanan, para peserta menampilkan berbagai atraksi budaya, kesenian tradisional, hingga kearifan lokal khas daerah masing-masing.
Baca Juga:Disdikbud Kota Sukabumi Apresiasi Suksesnya FLS3NDisdikbud Kota Sukabumi Apresiasi Suksesnya FLS3N
Keikutsertaan Sekretariat DPRD Kota Sukabumi menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Sunda sekaligus mempererat sinergi antardaerah di Jawa Barat.
Tema “Sandiwara Sunda Sri Asih” yang dibawakan tim Kota Sukabumi menggambarkan semangat pelestarian seni budaya Sunda yang sarat nilai tradisi, kebersamaan, dan identitas masyarakat Tatar Pasundan.
Kegiatan Kirab Tatar Sunda sendiri merupakan agenda budaya yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai upaya memperkuat nilai budaya, tradisi, dan warisan leluhur Sunda agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sepanjang jalur kirab. Ribuan warga tampak memadati area kegiatan untuk menyaksikan langsung penampilan peserta dari berbagai daerah.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan masing-masing daerah untuk memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya lokal di tingkat provinsi.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap Kirab Tatar Sunda dapat menjadi sarana memperkuat rasa cinta masyarakat terhadap budaya daerah sekaligus memperkokoh persatuan masyarakat Jawa Barat melalui semangat budaya Sunda yang harmonis dan berkarakter.
Bagi Kota Sukabumi, partisipasi dalam kegiatan tersebut menjadi momentum memperkenalkan semangat kebersamaan dan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat Jawa Barat secara lebih luas. (mg5)
