Lomba Bertutur Ruang Tumbuhkan Literasi dan Karakter Anak

Istimewa
DOKPIM/HUMAS PEMKOT SUKABUMI PERLOMBAAN: Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusip) Kota Sukabumi menggelar Lomba Bertutur Tingkat TK dan SD/MI.
0 Komentar

SUKABUMI – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital yang semakin memengaruhi pola belajar, bermain, dan berinteraksi anak-anak, upaya menanamkan karakter serta memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal menjadi tantangan yang semakin kompleks.

Arus informasi yang begitu cepat melalui gawai menghadirkan banyak peluang pembelajaran, namun di sisi lain juga menuntut hadirnya ruang-ruang edukatif yang mampu menanamkan nilai-nilai luhur, membangun kemampuan literasi, dan memperkuat identitas budaya generasi muda.

Berangkat dari semangat tersebut, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusip) Kota Sukabumi menggelar Lomba Bertutur Tingkat TK dan SD/MI se-Kota Sukabumi Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Lantai 3 Dispusip Kota Sukabumi, kemarin (10/6).

Baca Juga:Warga Temukan Mayat Lelaki, Tak Terdapat Luka, Diduga Penyebabnya Sakit12 PAS Masuki Episode 10 dan 11

Mengusung tema “Membangun Karakter Melalui Kisah Pahlawan dan Dongeng Tatar Sunda”, kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis untuk menumbuhkan budaya literasi sekaligus mengenalkan nilai-nilai kearifan lokal kepada anak-anak sejak usia dini.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari tersebut diikuti oleh 22 peserta dari jenjang TK dan SD/MI. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Sukabumi, Bunda Literasi Kota Sukabumi Ranty Rachmatilah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Ketua Pokja II TP-PKK Kota Sukabumi, Ketua K3S se-Kota Sukabumi, para guru pendamping, Duta Baca Kota Sukabumi, Relawan Inklusi Sosial, dewan juri, orang tua peserta, serta para peserta lomba.

Dalam sambutannya, Kepala Dispusip Kota Sukabumi, Olga Pragosta menyampaikan bahwa pendidikan karakter merupakan salah satu pilar utama dalam membentuk generasi muda yang berkualitas.

Menurutnya, di tengah perubahan sosial dan perkembangan budaya yang berlangsung sangat cepat, nilai-nilai kearifan lokal perlu terus ditanamkan agar tidak kehilangan relevansinya dalam kehidupan generasi mendatang.

“Kegiatan ini mengajak anak-anak untuk mengenal, memahami, dan meneladani nilai-nilai positif yang terkandung dalam kisah para pahlawan maupun dongeng Tatar Sunda. Melalui cerita, anak-anak belajar tentang keberanian, kejujuran, kepedulian, tanggung jawab, dan berbagai nilai karakter lainnya yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa lomba bertutur bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari upaya meningkatkan minat baca, kemampuan literasi, serta kecintaan peserta didik terhadap budaya daerah. Selain menjadi wadah untuk menyalurkan bakat dan minat dalam menyampaikan cerita di depan umum, kegiatan ini juga mendorong anak-anak untuk lebih kreatif dalam mengolah informasi dan mengkomunikasikannya secara lisan.

0 Komentar