SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan agar seluruh jajaran birokrasi di Kota Sukabumi mempercepat lahirnya inovasi daerah yang berorientasi pada efisiensi anggaran, pengentasan kemiskinan, serta penekanan angka tengkes (stunting). Instruksi tersebut menjadi penekanan utama saat membuka bimbingan teknis dan evaluasi progres pelaporan inovasi daerah pada Innovative Government Award (IGA) di Ruang Rapat Bappeda Kota Sukabumi, kemarin (13/8).
Di hadapan para kepala perangkat daerah dan camat se-Kota Sukabumi, Ayep menegaskan komitmen daerah untuk mempertahankan supremasi keunggulan inovasi di tingkat nasional. “Tahun ini kita harus juara lagi. Bahkan untuk tahun 2027 sudah kita siapkan dari sekarang,” kata Ayep Zaki saat memberikan arahan.
Ia mengibaratkan proses pendorongan inovasi dalam tubuh pemerintah bagaikan pembaruan sel biologis dalam tubuh manusia yang terjadi secara berkelanjutan. “Inovasi harus terus bertumbuh di setiap lini, setiap saat. Dalam tubuh kita sebetulnya ada proses inovasi yang terjadi secara alamiah, terutama di saat kita sedang tidur,” tuturnya.
Baca Juga:DPMB Dorong BPD Ambil Langkah Terkait Kasus Narkotika Kades TamajayaDari Kebonpedes, Sekda Ikuti Peresmian Jembatan Garuda oleh Presiden RI
Keberhasilan adaptasi birokrasi, lanjutnya, ditentukan oleh kebiasaan instansi dalam merespons tantangan zaman melalui langkah-langkah efisiensi internal. “Manusia menjadi makhluk yang sangat cepat dalam beradaptasi. Dalam pemerintahan, adaptasi ini sangat relevan dengan masa efisiensi. Bagaimana kita menekan angka stunting, kemiskinan, dan menekan biaya pegawai? Belanja pegawai yang saat ini berada pada angka 41 persen bagaimana dapat menjadi 30 persen, salah satunya kita adakan melalui inovasi Sukasai,” tegas Ayep.
Kepala Bappeda Kota Sukabumi, M Hasan Asari, memaparkan tahapan krusial penyiapan berkas pelaporan yang wajib dipenuhi oleh seluruh unit kerja. “Batas akhir penginputan data inovasi daerah ditetapkan pada 21 Agustus 2026. Tujuan kegiatan ini agar inovasi dari setiap perangkat daerah terdaftar secara resmi dan memenuhi seluruh syarat kelayakan,” ujar Hasan.
Setelah seluruh data inovasi terinput dalam sistem nasional, proses akan berlanjut ke tahap presentasi utama. Kepala daerah dijadwalkan menyampaikan pemaparan substansi dan dampak inovasi Kota Sukabumi di hadapan tim penilai pusat. (mg5)
