Ratusan KK di Nagrak Terdampak Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih

Istimewa
BANTUAN : Petugas menyalurkan bantuan 5.000 liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kampung Pangkalan, Desa Nagrak Utara, Nagrak, Sukabumi. (Foto: Istimewa)
0 Komentar

NAGRAK – Sekitar kurang lebih 100 kepala keluarga (KK) di wilayah Kampung Pangkalan, Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Kondisi itu terjadi setelah persediaan air dari sumur maupun sumber mata air warga semakin berkurang.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, P2BK Nagrak bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter, pada Minggu (27/9/2026).

Baca Juga:Defisit APBD Perubahan Ditutupi SiLPA14 Personel Dimutasi, Sejumlah Jabatan Strategis Polres Sukabumi Berganti

Distribusi air dilakukan sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai. Bantuan dipusatkan untuk warga di RT 01 dan RT 02, RW 011, Kampung Pangkalan, Desa Nagrak Utara.

Petugas P2BK Nagrak, Miky, mengatakan distribusi dilakukan setelah kondisi sumber air warga mulai mengalami penurunan. “Air sumur dan sumber mata air warga sudah semakin berkurang. Karena itu, kami melakukan distribusi air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan warga,” kata Miky

Menurutnya, air sebanyak 5.000 liter tersebut diperuntukkan bagi sekitar 100 KK yang terdampak kondisi kekeringan.

Penyaluran air bersih tersebut dilakukan melalui kolaborasi P2BK Nagrak, BPBD Kabupaten Sukabumi, PMI Kabupaten Sukabumi, serta seorang donatur yang disebut sebagai Hamba Allah.

Bantuan ini diharapkan dapat mengurangi kesulitan warga dalam memenuhi kebutuhan air, terutama untuk keperluan rumah tangga dan konsumsi.

Meski demikian, distribusi air bersih menjadi langkah penanganan sementara. Ketersediaan air di wilayah tersebut masih perlu dipantau apabila kondisi kering berlangsung dan curah hujan belum cukup untuk mengembalikan debit sumur maupun sumber mata air warga.

P2BK Nagrak bersama BPBD Kabupaten Sukabumi juga terus memantau kondisi masyarakat yang terdampak kekeringan di wilayah Kecamatan Nagrak.

Baca Juga:Relawan MBG di Jampangkulon Diminta Jauhi Pinjol, Judol dan NarkobaPemkab Sukabumi Diapresiasi DPC SPI Saat Peringatan Hari Tani Nasional 2026

Pemantauan dilakukan untuk melihat perkembangan kebutuhan warga sekaligus menentukan langkah penanganan apabila kekurangan air bersih masih berlanjut. (mg3)

0 Komentar