SUKABUMI – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Sukabumi, Yadi Mulyadi mengatakan bahwa jumlah keluarga berisiko stunting mengalami penurunan. Dari sekitar 26 ribu, saat ini menjadi 19 ribu keluarga, dengan dukungan 798 Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang aktif di lapangan.
“Berbagai upaya penanganan dan pencegahan stunting di Kota Sukabumi yang difokuskan dari hulu melalui pendekatan berbasis data keluarga berisiko stunting (KRS),” katanya beberapa waktu lalu
Menurutnya berbagai program pencegahan stunting pun terus diperkuat, termasuk melalui pemanfaatan aplikasi ELSIMIL (Elektronik Siap Nikah dan Hamil), serta intervensi bagi calon pengantin sebagai bagian dari kesiapan membangun keluarga sehat.
Baca Juga:Dinkes Kota Sukabumi Bersiap Laksanakan Program BIASPemkot Sukabumi Pacu Inovasi Birokrasi dan Efisiensi Anggaran
Sementara Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah menegaskan pentingnya pencegahan stunting dari hulu, mulai dari kesiapan calon orang tua, pola asuh, hingga pemenuhan gizi keluarga.
“Organisasi akan kuat bukan karena semua sama, tetapi karena kita saling menguatkan. Mari fokus pada tujuan utama, yaitu memastikan anak-anak tidak stunting, ibu hamil sehat, dan keluarga merasa didampingi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ranty mengingatkan pentingnya kecerdasan emosional (emotional intelligence) dalam membangun kerja sama tim, yang meliputi kesadaran diri, pengendalian diri, serta empati.
Dalam konteks global, ia juga menyinggung dinamika ekonomi dunia yang berdampak hingga ke tingkat lokal, termasuk potensi inflasi dan kenaikan harga kebutuhan pokok.
Untuk itu, masyarakat diimbau untuk memperkuat ketahanan keluarga, tidak konsumtif berlebihan, serta mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Melalui koordinasi dan kolaborasi yang terus diperkuat antara TP PKK dan Dinas Dalduk, diharapkan upaya penanganan stunting di Kota Sukabumi dapat berjalan lebih optimal, tepat sasaran, serta mampu menekan angka stunting tanpa adanya penambahan kasus baru
