SUKABUMI – Petugas gabungan dari berbagai elemen cukup kesulitan memadamkan bara api pada tumpukan sampah pada kasus kebakaran tempat pemprosesan akhir (TPA) Cikundul di Kelurahan Situmekar Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi. Hingga kemarin (29/9), bara api masih terpantau menyala pada bagian dalam tumpukan sampah di beberapa titik.
Meski kobaran api di sejumlah bagian permukaan telah berhasil dipadamkan, tetapi bara yang berada di bawah timbunan sampah berpotensi menjalar dan memunculkan api kembali di titik lain. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman tidak cukup hanya dilakukan pada titik yang terlihat secara kasat mata.
Penanganan kebakaran melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, relawan, serta sejumlah perangkat daerah terkait.
Baca Juga:Pemkab Siapkan 4,7 Miliar, Bangun Lapang Sekarwangi Cibadak jadi Ruang Terbuka PublikAsap Pembakaran Batu Kapur di Jampangtengah Dikeluhkan Warga
Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo, mengatakan karakteristik sampah yang telah mengering membuat bara api dapat bertahan dan menjalar di bagian bawah timbunan. “Prosesnya seperti sampah yang sudah mengering. Di dalam begitu terbakar, bara ini menjalar di bawah. Makanya hari ini (kemarin kita maksimalkan spot-spot seperti itu,” kata Sentot kepada wartawan di lokasi TPA Cikundul, kemarin.
Untuk menjangkau sumber panas yang berada di dalam timbunan, petugas menggunakan alat berat berupa ekskavator untuk mengurai dan membuka tumpukan sampah. Setelah timbunan diurai, petugas Damkar langsung melakukan penyiraman pada bagian yang terindikasi masih menyimpan bara. “Secara bersama-sama tanah itu diurai dengan ekskavator, kemudian air dari Damkar masuk semua,” ujarnya.
Penanganan dilakukan secara terkoordinasi dengan membagi kawasan TPA Cikundul menjadi tiga sektor, yakni sektor A, B, dan C. Personel gabungan ditempatkan untuk menangani masing-masing sektor secara bersamaan.
Menurut Sentot, penguraian timbunan menjadi bagian penting dalam proses pemadaman. Sebab, penyiraman dari permukaan saja dinilai belum cukup untuk memastikan bara yang berada di dalam tumpukan benar-benar padam. “Begitu diurai, air masuk. Harapannya bara api yang ada di dalam yang tidak bisa dipadamkan, air bisa masuk,” jelasnya.
Setelah proses penyiraman dan pemadaman dilakukan, petugas tidak langsung menganggap titik tersebut telah sepenuhnya aman. Pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi sumber panas yang berpotensi memicu munculnya api.
