Pemeriksaan tersebut dilakukan menggunakan perangkat thermal untuk mendeteksi titik dengan suhu tinggi. Tim Basarnas bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi akan turut melakukan pemantauan untuk mengidentifikasi lokasi yang masih menyimpan bara. “Basarnas, DLH nanti bergabung menggunakan alat thermal. Turun dan diukur mana suhu yang masih tinggi, setelah itu kita survei lagi sehingga bara api yang telah diukur bisa kita padamkan,” kata Sentot.
Dia menjelaskan, kemunculan api di lokasi yang berbeda tidak selalu menunjukkan bahwa kobaran api berpindah di permukaan. Api dapat kembali muncul akibat bara yang sebelumnya berada di bagian dalam timbunan dan menjalar ke area lain. “Kalau masih di satu area bisa jadi bara yang di dalam menjalar, pindah, tiba-tiba muncul di titik yang lain,” ujarnya.
Karena itu, petugas akan melakukan penyisiran terhadap titik-titik yang dicurigai masih menyimpan bara. Titik yang terindikasi memiliki suhu tinggi akan diperiksa kembali untuk memastikan sumber panas dapat ditangani. “Kita akan kasih titik dan kita cek dengan alat. Begitu terdeteksi masih ada bara di dalam, baru kita sisir,” pungkas Sentot.
Baca Juga:Pemkab Siapkan 4,7 Miliar, Bangun Lapang Sekarwangi Cibadak jadi Ruang Terbuka PublikAsap Pembakaran Batu Kapur di Jampangtengah Dikeluhkan Warga
Dalam penanganan di lapangan, Kapolres Sukabumi Kota dan Dandim 0607 Sukabumi terlihat hadir langsung memantau proses pemadaman. Sementara dari Pemerintah Kota Sukabumi, Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana hadir mewakili Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki yang tidak terlihat hadir dalam kegiatan penanganan tersebut.
Kehadiran unsur TNI, Polri, Basarnas, Damkar, BPBD, relawan dan dinas terkait diarahkan untuk mempercepat penanganan kebakaran sekaligus memastikan bara yang berada di dalam timbunan sampah dapat dideteksi dan dipadamkan secara menyeluruh.
Drone Thermal
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) turut membantu dengan menerjunkan drone thermal untuk mendeteksi sumber panas yang berada di bawah tumpukan sampah dan tidak dapat terlihat secara kasat mata.
Petugas Basarnas Pos SAR Sukabumi Kantor SAR Jakarta, Ganjar, mengatakan penggunaan drone thermal dilakukan untuk membantu petugas pemadam kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mengidentifikasi titik-titik panas yang masih berpotensi menjadi sumber api.
