JL R SYAMSUDIN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Sukabumi dipastikan tetap berjalan normal meski Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menjadi sorotan setelah Kejaksaan Agung RI menetapkan dan menahan tiga mantan pimpinan lembaga tersebut dalam kasus yang ditangani di tingkat pusat.
Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Kota Sukabumi, Septo Suharyanto , menegaskan hingga saat ini seluruh aktivitas dapur MBG di Kota Sukabumi masih berlangsung sesuai regulasi dan tidak terdampak langsung oleh persoalan hukum yang terjadi di tingkat nasional.
Menurutnya, sebanyak 55 dapur MBG yang tersebar di Kota Sukabumi masih melaksanakan operasional secara normal untuk memenuhi kebutuhan program makan bergizi bagi para penerima manfaat.
Baca Juga:Alfamart di Simpenan Dibobol Maling, CCTV Hilang Diduga Untuk Hapus JejakPemkot Sukabumi Raih WTP 12 Kali Berturut-turut, Keberhasilan Tata Kelola Keuangan
“Saya tidak bisa komentar terlalu jauh karena permasalahannya berada di pusat. Sejauh ini, untuk 55 dapur yang ada di Kota Sukabumi masih berjalan operasionalnya seperti biasa,” ujar Septo saat dikonfirmasi wartawan, kemarin (10/6).
Dia menjelaskan, sejumlah dapur yang sebelumnya sempat dihentikan sementara operasionalnya bukan disebabkan persoalan hukum yang menjerat mantan petinggi BGN, melainkan karena kendala teknis terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Dari total 11 dapur yang sebelumnya terkena status suspend, kini hanya tersisa tiga dapur yang masih dalam proses pemenuhan persyaratan teknis.
“Kalau perihal dapur yang di-suspend itu sebelumnya terkait kendala IPAL. Dari sebelumnya ada 11 dapur yang terkena suspend, sekarang tinggal tiga dapur yang masih terkena suspend,” jelasnya.
Septo juga mengakui sempat terjadi keterlambatan pencairan dana melalui sistem virtual account (VA) akibat adanya pergantian manajemen di tingkat pusat. Namun kondisi tersebut kini telah kembali normal setelah dana operasional kembali dicairkan pada awal pekan ini.
“Saat ini manajemen di pusat memang baru. Kemarin sempat ada keterlambatan pencairan dana virtual account, tetapi sudah kembali dicairkan pada hari Senin kemarin,” katanya.
Terpisah, Kepala Satuan Tugas Percepatan Penyelenggaraan Program (Satgas P3) MBG Kota Sukabumi, Taufik Hidayah, mengatakan pihaknya segera melakukan konsolidasi dan penguatan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan program MBG di Kota Sukabumi.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program strategis nasional itu tetap berjalan optimal di tengah dinamika yang terjadi pada tingkat pusat. Menurut Taufik, Satgas P3 MBG akan menggelar rapat koordinasi yang melibatkan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor sebagai leading sector, Korwil MBG Kota Sukabumi, seluruh Koordinator Kecamatan (Korcam) MBG, serta para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kota Sukabumi.
