DP2KBP3A menggelarpeningkatan kapasitas Petugas Program BanggaKencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) Kota Sukabumi tahun 2026. Acara ini dibuka secaralangsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi, Ranti Rachmatilah, di Wisata AlamOasis Selasa (13/01/2025).
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KeluargaBerencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak, Kota Sukabumi Yadi Mulyadimenegaskan bahwa kegiatan ini sebagai upayapenguatan peran petugas lapangan dalammendukung pembangunan keluarga berkualitasmenuju Indonesia Emas 2045.
Selain jajaran DP2KBP3A Kota Sukabumi, para kepala bidang, Koordinator Lapangan BalaiPenyuluh KB Kecamatan se-Kota Sukabumi, Penyuluh KB (PKB), dan Petugas Lapangan KB (PLKB), acara peningkatan kapasitas lapanganini juga dihadiri Ketua Institusi Masyarakat Perkotaan (IMP) tingkat kelurahan, Ketua Forum Pos KB, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.
Baca Juga:Ponsel Ayeuna, DP2KBP3A Kota Sukabumi Siapkan Pusat Konseling KeluargaPickup Terjun ke Jurang 40 Meter di Cisolok, Satu Orang Tewas
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kota Sukabumi menegaskan pembangunan sumberdaya manusia merupakan pilar utamapembangunan nasional, termasuk di tingkatdaerah. Program Bangga Kencana memilikiperan strategis dalam mendukung transformasisosial, khususnya dalam bidang kesehatan, ketahanan sosial budaya, serta pembangunankeluarga yang berkualitas dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa Program BanggaKencana memiliki empat pokok garapan utama, yakni Pendewasaan Usia Perkawinan, PengaturanKelahiran, Pemantapan Ketahanan Keluarga, dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, yang diperkuat dengan upaya pengendalian dan pembinaan penduduk. Program ini dinilai sangatrelevan dengan upaya pengentasan kemiskinandi Kota Sukabumi.
“Pentingnya ketahanan keluarga yang dimulaidari kualitas setiap anggota keluarga, dilandasioleh nilai moral, pendidikan, serta pemahamanagama yang kuat. Pelaksanaan delapan fungsikeluarga—mulai dari fungsi agama, pendidikan, ekonomi, hingga pembinaan lingkungan—menjadi kunci terwujudnya keluarga yang harmonis dan tangguh,” ungkap Ranty dilansirdari portal KDP.
Dalam konteks kewilayahan, konsep Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) menjadigambaran nyata kolaborasi antar keluargadalam satu lingkungan melalui prinsipkebersamaan 5T, sebagai bentuk penguatanpembangunan keluarga secara kolektif.
Ia juga menyoroti pentingnya keberlanjutanProgram Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, yang berperan dalam pengendalianjumlah penduduk serta penurunan angkakematian ibu dan bayi. Berdasarkan data pemutakhiran pendataan keluarga tahun 2025, Total Fertility Rate (TFR) Indonesia berada di angka 2,11, sejalan dengan kampanye “Dua Anak Lebih Sehat”.
