Dalam paparannya, Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menjelaskan bahwa sebagai kota perdagangan, jasa, dan transit dengan keterbatasan basis produksi pangan, Kota Sukabumi sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingkat inflasi. Untuk itu, Pemerintah Kota Sukabumi terus mengintensifkan berbagai langkah strategis, antara lain melalui gerakan pangan murah, kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kebijakan subsidi dan pengendalian distribusi, penjaminan ketersediaan pasokan, serta pemantauan harga pangan harian.
Melalui penguatan sinergi TPID dan TP2DD se-Jawa Barat, Pemerintah Kota Sukabumi optimistis upaya pengendalian inflasi dapat berjalan lebih efektif, sekaligus mendorong percepatan digitalisasi daerah yang berkelanjutan guna menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. (dokpim)
