SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat komitmen mempercepat penurunan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut diwujudkan dalam kegiatan Sinergitas dan Kolaborasi Dinas Kesehatan bersama TP PKK Kota Sukabumi serta Kegiatan Graduasi Stunting yang dilaksanakan di Puskesmas Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Senin (9/2).
Pada kesempatan tersebut dilakukan penyaluran bantuan pangan berupa telur kepada 11 balita dan 5 ibu hamil, masing-masing menerima 60 butir telur sebagai dukungan peningkatan asupan gizi.
Ketua TP-PKK Kota Sukabumi Ranty Rachmatillah mengatakan, kegiatan graduasi stunting merupakan bagian dari ikhtiar bersama mewujudkan generasi Kota Sukabumi yang sehat, kuat, dan berkualitas. Ia menegaskan bahwa pemerintah hadir tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membawa pesan kepedulian dan kebersamaan kepada masyarakat.
Baca Juga:BPKPD Komitmen Tingkatkan Kinerja Pendapatan DaerahKota Sukabumi Punya Gedung Dekranasda, Wadahi Para Perajin dan Pelaku Ekraf
“Program ini bukan sekadar pembagian telur, tetapi wujud nyata bahwa ibu hamil dan anak-anak tidak berjuang sendiri. Pemerintah Kota Sukabumi ingin memastikan setiap anak mendapatkan hak tumbuh kembang yang optimal sejak dalam kandungan,” ujarnya.
Gerakan Satu ASN Satu Telur menjadi bentuk solidaritas aparatur sipil negara untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat. Telur dipilih karena mudah diperoleh, terjangkau, dan memiliki kandungan protein tinggi yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan balita serta kesehatan ibu hamil dan menyusui.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Sukabumi berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi keluarga semakin meningkat, serta terbangun kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Upaya ini diharapkan mampu mempercepat penurunan stunting secara bertahap dan berdampak langsung bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Sukabumi. (dokpim)
