Targekan Angka Stunting Turun 30 Persen

Istimewa
DOK/SUKABUMI EKSPRES RAKOR: Camat Bantargadung, Syarifuddin Rahmat, memimpin kegiatan rakor akselerasi penurunan angka stunting.
0 Komentar

SUKABUMI – Pemerintah Kecamatan Bantargadung Kabupaten Sukabumi menargetkan penurunan angka stunting sebesar 30 persen pada tahun ini. Di wilayah itu tercatat sebanyak 242 balita dikategorikan stunting.

Camat Bantargadung, Syarifuddin Rahmat, mengatakan angka itu menurun dibandingkan tahun 2024 dengan jumlah kasus stunting sebanyak 274 orang. “Tahun 2024 dan tahun 2025, target penurunan angka stunting 8 persen. Berdasarkan data itu, kasus stunting di Kecamatan Bantargadung tahun 2026 sebanyak 242 Balita,” terangnya.

Pada 2025, program penurunan dan pencegahan stunting melibatkan Dinas kesejaran dengan pemberian makanan tambahan (PMT) dibantu PMT lokal dari pemerintahan desa.

Baca Juga:Wali Kota Sukabumi Lantik Puluhan Pejabat Fungsional, Ditempatkan Sebagai Kepala SekolahDPRD Fasilitasi Penyelesaian Tanah di Kampung Puncak Ceuri Sagaranten

Sementara tahun ini ada perbedaan dalam hal pemberian makanan tambahan. “Untuk menghindari tumpang tindih, PMT Dinas Kesehatan melalui Puskesmas, pendustribusian PMT dilakukan oleh TP PKK Desa,” jelasnya.

Sedangkan PMT dari anggaran desa dihapus Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) untuk menghindari tumpang tindih dengan program MBG. “Pada 2025, angka stunting turun 8 persen atau 32 orang. Kami menargetkan tahun ini angka stunting turun 30 persen atau 72 bayi,” terang Syarifuddin.

Target itu bukan hanya lolos usia lima tahun. Tetapi, benar-benar lepas dari status stunting tanpa ada gangguan pertumbuhan.

Salah satu langkah yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Bantargadung untuk menurunkan angka stunting itu melakukan rapat kordinasi dengan unsur Forkopimcam. Dengan adanya rakor tersebut, sebut dia, terbangun sinergitas Forkopimcam, Kepala Desa, Puskemas dan UPTD DPPKB untuk melakukan akselerasi penurunan dan pencegahan stunting.

Termasuk memantau langsung pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi balita non-PAUD, ibu hamil, dan ibu menyusui. Sekaligus juga mencari pola pemberian menu gizi bagi balita, khususnya balita stunting ibu hamil dan ibu menyusui yang diberikan SPPG MBG.

Pola menu untuk 3B yang dibutuhkan balita stunting tidak bisa disamaratakan dengan menu MBG bagi balita nonstunting

Keberadaan MBG sangat membantu menurunkan stunting. “Kami sudah berkoordinasi dengan SPPG MBG agar memperhatikan menu MBG yang dibagikan khususnya bagi penderita stunting,” ujarnya. (ndi)

0 Komentar