SUKABUMI – Angka prevalensi kasus stunting di Kota Sukabumi menunjukkan tren positif. Data terakhir, angkanya turun mencapai 19 persen dari sebelumnya yang berada di kisaran 26 persen.
Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatillah, mengatakan capaian tersebut diharapkan terus menurun melalui berbagai program kolaboratif yang berkelanjutan. Upaya itu sejalan dengan target nasional dalam menekan angka stunting di Indonesia.
Ranty mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak. Termasuk Dinas Kesehatan dan para pemangku kepentingan yang telah berkontribusi dalam menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Baca Juga:Rancang Regulasi Penghapusan Denda PBB, Upaya Mendorong Peningkatan Pendapatan DaerahLegislator Gerindra Minta Pemkab Sukabumi Prioritaskan Aspirasi Urgen
Menurutnya, upaya penurunan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan asupan gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan, sanitasi, dan kondisi tempat tinggal yang layak. Oleh karena itu, melalui program bedah rumah ini diharapkan tercipta lingkungan yang lebih bersih dan sehat guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Ida Halimah, menambahkan kegiatan Zakat Berseka (Bersih Sehat untuk Kota) melalui kegiatan bedah rumah keluarga stunting merupakan bagian dari rangkaian program penurunan stunting melalui peningkatan kualitas sanitasi dan perbaikan rumah tidak layak huni. Bantuan diberikan kepada salah satu warga Kelurahan Sukakarya sebagai penerima manfaat program, dengan harapan pembangunan dapat selesai dalam waktu satu bulan sehingga rumah kembali layak dihuni.
Melalui inovasi Zakat Berseka ini, Pemerintah Kota Sukabumi berharap sinergi lintas sektor dapat terus diperkuat guna mempercepat penurunan angka stunting serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. (dokpim)
