JL SURYAKENCANA – Kasus campak di Kota Sukabumi terjadi pada tahun ini. Penyebarannya terjadi di tujuh kecamatan.
Kurun tiga bulan terakhir, tercatat ada sebanyak 23 kasus campak di wilayah itu.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Ida Halimah, mengatakan virus campak perlu diwaspadai karena memiliki tingkat penularan yang relatif cepat. Terutama pada kalangan anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Baca Juga:Momentum Pererat Hubungan Pemerintah dan KomunitasImplementasikan 10 Program PKK melalui Pelatihan SIM
“Hingga sekarang baru ada 23 pasien yang dinyatakan terkena campak. Virus campak sangat perlu diwaspadai mengingat penyebarannya relatif sangat cepat,” kata Ida didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Denna Yuliavina kepada wartawan, belum lama ini.
Meskipun kasus campak telah ditemukan di sejumlah wilayah, hingga saat ini pemerintah daerah belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Namun demikian, berbagai langkah pencegahan terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran yang lebih luas.
Ida menjelaskan bahwa sosialisasi kepada masyarakat terus digencarkan, terutama mengenai gejala awal penyakit campak. Menurutnya, campak umumnya diawali dengan demam tinggi yang disertai batuk dan pilek.
Gejala tersebut kemudian diikuti munculnya ruam atau bintik-bintik kemerahan pada kulit. “Bila terjadi demam tinggi disertai batuk dan muncul ruam atau bintik kemerahan pada tubuh, itu bisa menjadi indikasi campak dan perlu segera diperiksakan ke puskesmas terdekat,” jelasnya.
Ida mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala tersebut. Selain itu, penderita juga disarankan melakukan isolasi mandiri untuk mencegah penularan kepada orang lain. “Jika ada gejala, segera lakukan isolasi mandiri dan berobat ke puskesmas terdekat,” ujarnya.
Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi juga terus mengingatkan masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Upaya tersebut antara lain dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker ketika sakit, serta menjaga daya tahan tubuh.
Selain itu, imunisasi juga dinilai sangat penting untuk mencegah penularan penyakit campak, khususnya pada anak-anak. “Imunisasi sangat penting untuk menghindari terjadinya penularan,” kata Ida.
Baca Juga:Matangkan Persiapan Jelang Penilaian Pemerintah DigitalBUMD Harus Ubah Pola Pikir, Mengelola Perusahaan Secara Profesional
Dinkes juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), rutin berolahraga, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang guna menjaga kondisi tubuh tetap sehat. “Lebih baik mencegah daripada mengobati,” pungkasnya. (mg5)
